Alexa Metrics

Masuk Babak Baru, Pertamina Lakukan Ini

Masuk Babak Baru, Pertamina Lakukan Ini Kantor Pusat PT Pertamina (Persero).

indopos.co.id – Sebagai perusahaan minyak dan gas (migas) nasional, Pertamina memasuki babak baru dalam upaya membenahi organisasi dalam menyambut era baru.

Ketua Kawula Litera Indonesia (Kaltera), Boy Agustinus mengatakan, era baru yang merupakan satu fase zaman ditandai dengan percepatan ketidakapastian serta perubahan dalam revolusi industri 4.0. Tuntutan perubahan merupakan satu keniscayaan sejarah.

“Pertamina dalam menyambut jaman yg berubah ini bukan saja dituntut untuk profitable, tapi juga keberlangsungan usaha perusahaan,” ujar Boy kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Menyaksikan kepemimpinan skuad Direktur Utama Nicke Widyawati dan jajaran direksi selama dua tahun ini, Boy menilai menarik untuk diamati, khususnya apa yang dilakukan sebagai model kepemimpinan.

“Nicke merupakan satu contoh nyata dari kepemimpinan transformatif, yaitu satu kepemimpinan yang membentuk perilaku organisasi, budaya organisasi serta nilai-nilai yang berkembang menjadi nilai-nilai yang akomodatif, aspiratif bahkan memahami tantangan zaman ke depan,” bebernya.

Penilaian transformatif ditandai dengan semakin transparannya Pertamina dalam mengelola organisasi. Serta menerapkan penempatan orang-orang secara tepat dan memandang perlunya kombinasi antara senior dan yang muda.

Tidak heran mulai munculnya komisaris muda di Pertamina Hulu Energi, Pertamina Hulu Indonesia dan beberapa direksi muda di Elnusa dan di beberapa regional anak perusahaan.

“Ini menandakan satu kesempatan bahwa Pertamina menjadi organisasi yang profitable sekaligus sustainable,” jelasnya.

Kepemimpinan transformatif yang juga membawa satu role model keteladanan dalam berintegritas ini ditandai dengan seriusnya Pertamina memproses setiap laporan whistle blower yang tentu disertai dengan dukungan bukti-bukti.

“Ia menilai, karena mempunyai integritas, maka kekuatan moralitas itulah yang membawa perubahan kultur di Pertamina terasa sekali,” sebutnya.

Dengan modalitas inilah Pertamina ke depan diharapkan tak hanya menjadi perusahaan world class company yang diukur dengan laba dan aset, tapi kemampuan eksistensi keberlangsungan perusahaan.(mdo)



Apa Pendapatmu?