Alexa Metrics

Hari Pertama PSBB Jakarta Total, Ditlantas Polda Metro Jaya, Pemprov dan TNI Jaga Perbatasan DKI

Hari Pertama PSBB Jakarta Total, Ditlantas Polda Metro Jaya, Pemprov dan TNI Jaga Perbatasan DKI psbb

indopos.co.id – Pada Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta total yang mulai diberlakukan, Senin (14/9/2020) disikapi jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta dengan penjagaan ketat di perbatasan DKI itu.

Tak terlepas dari razia yustisi yang digelar di checkpoin perbatasan Cireundeu, Jalan Batan Raya, Pasar Jumat, tepatnya depan Sespolwan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada pukul 07.00 WIB.

Petugas gabungan yang berjaga di sepanjang jalan perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan dengan Jakarta Selatan itu terlihat memerhatikan dengan seksama ratusan pengendara bermotor yang melintas.

Mereka mengawasi kedisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan, khususnya pemakaian masker.

Terlebih bagi pengendara kendaraan roda empat yang kerap kali mengabaikan pemakaian masker dengan baik dan benar.

Benar saja, tidak sampai lima menit, petugas gabungan mendapati pasangan suami isteri pengendara mobil Honda Jazz yang tidak mengenakan masker saat berkendara.

Petugas kemudian menepikan dan menegur para pengendara tersebut karena terbukti melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.

Pasutri itu beralasan lupa mengenakan masker karena habis minum obat. Namun masing-masing pelanggar protokol kesehatan itu diberikan surat teguran dan dicatat identitasnya di check point. Sebagian pelanggar lainnya dikenakan sanksi PSBB sesuai dengan kemampuan, yakni kerja sosial atau membayar denda sebesar Rp 250.000.

“PSBB kembali di PSBB awal, ketika sebagaimana di bulan Maret dan April. mengacu kepada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 yang baru keluar kemaren,” tandas Dirlantas Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di lokasi pada Senin (14/9/2020).

“Hari ini kami sama-sama dengan jajaran dari polres, TNI, dishub, Satpol PP, kita melaksanakan oprasi yustisi untuk melihat sejauh mana tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap aturan-aturan pola hidup yang bersih dan sehat, sebagaimana yang diatur dalam Pergub 88 Tahun 2020,” pungkasnya.

Dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020, lanjutnya, tidak hanya moda transportasi yang dibatasi, tetapi juga terkait dengan perbatasan di tempat usaha, tempat ibadah, perkantoran dan lainnya.

Kendati PSBB Jakarta total baru diterapkan pada hari ini, operasi yustisi tidak lagi dengan imbauan. Tetapi dilakukan penindakan langsung terhadap para pelanggar protokol kesehatan.

“Kita sudah mulai langsung dengan penindakan. Di mana penindakannya mengacu kepada Pergub Nomor 79, di mana di situ terdapat kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan termasuk sanksi apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan,” tegas Sambodo.

“Contohnya kewajiban menggunakan masker selama di luar rumah. Termasuk juga di dalam kendaraan bermotor,” ulasnya.

Terpantau INDOPOS, hingga pukul 08.00 WIB, petugas gabungan masih melakukan razia yustisi di lokasi.

Sejumlah pengendara yang kedapatan tidak mengenakan masker terlihat ditepikan dan didata identitasnya.

Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Batam dari arah Tangsel menuju Jakarta Selatan terlihat tersendat. Hal tersebut dikarenakan tingginya volume kendaraan sekaligus penyempitan jalan di titik checkpoin.

Sementara, disinggung mengenai 10 kawasan bersepeda dan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di DKI, Kombes Sambodo menambahkan bahwa terkait 10 kawasan bersepeda di DKI – HBKB di Jakarta akan terus kita pantau.

Tentunya untuk itu, sambungnya, 10 kawasan bersepeda dan atau HBKB di DKI kita antisipasi selalu kawasan itu. Pihaknya juga akan melihat seperti apa dan jika tetap ada keramaian di 10 titik bersepeda atau HBKB itu maka kita tutup saja. “Kita tutup saja agar tidak ada lagi yang sepedaan untuk sementara waktu atau yang mengundang keramaian,” tutupnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?