Alexa Metrics

Per Minggu, Kasus COVID-19 di Tangsel Capai Ratusan

Per Minggu, Kasus COVID-19 di Tangsel Capai Ratusan Foto: Ilustrasi

indopos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Deden Deni menegaskan, jika jajarannya telah melakukan rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam rapat itu, BNPB menyebut jika Tangsel kembali masuk sebagai zona merah penyebaran COVID-19. Jumlah kasus penularan itu mencapai 120 kasus/minggu. “Sempat kaget karena memang perubahan zonanya sangat cepat. Hanya satu bulan terjadi peningkatan. Kebanyakan mereka yang beraktivitas di luar rumah,” ucap dia.

Deden menyebut, kenaikan status zona ini dipengaruhi dengan tingginya mobilitas masyarakat, serta menurunnya kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan. Dia pun menduga warga yang tertular itu terjadi di Jakarta. Sebab, hampir 90 persen warganya bekerja di pusat ibu kota.

“Sekarang ya karena susah sekali mengendalikan mobilisasi warga, misalnya yang kerja di Jakarta. Tentu tidak mungkin mereka kami kontrol kesehatannya setiap hari. Bisa saja dari rumah pakai masker, tetapi pas dilokasi maskernya dilepas,” imbuh dia.

Sementarta itu, Pengamat Kesehatan UI Ratma Sitompul menuturkan, terjadinya perubahan status zona di Tangsel karena pemerintah daerah tidak melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Apalagi, perhelatan pilkada membuat sejumlah pejabat tidak memperdulikan hal itu.

Seharusnya, evaluasi terhadap kegiatan ini harus dilakukan seminggu sekali. “Pengawasannya dilonggarkan, karena sibuk memerhatikan Pilkada. Konsentrasi mereka terpecah karena ada dua pejabat yang ikut pilkada. Tentu harus ada evaluasi, kalau tidak ya seperti ini,” tutur dia. (cok)



Apa Pendapatmu?