Alexa Metrics

Bansos Jangan Sembako Terus, Pakai Skema BLT

Bansos Jangan Sembako Terus, Pakai Skema BLT Ilustrasi. Penyaluran bantuan sosial sembako/bantuan pangan non-tunai.

indopos.co.id – Kalangan politisi di Kebon Sirih mendorong pemerintah untuk mengkaji skema bantuan sosial (bansos) menjadi bantuan langsung tunai (BLT). “Karena sejauh ini bansos sembako selain tidak berjalan efektif dan rawan penyelewengan, juga tidak berdampak pada geliat ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Politisi PAN itu mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memberikan bansos kepada 2,4 juta keluarga rentan di Jakarta selama masa PSBB Jakarta jilid II yang mulai berlaku pada 14 September 2020.

Masalah-masalah yang muncul antara lain bansos sembako tidak tersalurkan merata ke masyarakat. Hal itu terlihat dari adanya 1.074 total aduan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait persoalan penyaluran bansos yang disampaikan melalui aplikasi JAGA Bansos.

Riano menjelaskan, berdasarkan catatan KPK, sampai 4 September 2020 ada 1.074 keluhan terkait bansos dan paling tinggi dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karena itu, Riano mendorong pemerintah pusat sebaiknya mempertimbangkan dana yang dialokasikan melalui bansos diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT).

Sedangkan untuk bansos sembako cukup diserahkan kepada Pemprov DKI. “Saya kira, di Jakarta untuk bansos sembako sudah tercukupi dari banpres (bantuan Presiden) dan Pemprov DKI, bahkan dari pihak swasta juga ada. Soal penyaluran BLT bisa melalui bank pemerintah nanti,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. Ia berharap, untuk PSBB Jakarta Tahap 2 ini seluruh pemilik otoritas bisa mendukung kebijakan ini. “Terutama pemerintah pusat yang bekerja menangani COVID-19 sesuai data. Sehingga harus sejalan dengan apa yang diputuskan Pak Anies. Apalagi ini sesuai dengan instruksi presiden, saya yakin jajaran yang menolak PSBB DKI pasti tahu itu,” pungkas dia. (ant/rul)



Apa Pendapatmu?