Alexa Metrics

Begini Kinerja Emiten Perbankan di Tengah Pandemi 

Begini Kinerja Emiten Perbankan di Tengah Pandemi  TREN NAIK-Grafik dinamika non performing loan (NPL) bank buku 4. FOTO:IST
indopos.co.id – Sektor perbankan adalah salah satu sektor yang cukup disoroti di tengah pandemi COVID-19. Data pertumbuhan PDB yang dirilis oleh BPS menunjukan bahwa pada triwulan II 2020, sektor jasa keuangan mengalami penurunan sebesar -10,32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Itu menjadi sesuatu yang wajar, karena berbagai kebijakan yang dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menekan beragam aktivitas, mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.
Penurunan pertumbuhan jasa keuangan turut andil pada merosotnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertumbuh secara negatif pada triwulan II 2020, yakni – 5.32 persen (Y-on-Y). Pertumbuhan ekonomi yang terhambat tentu memberikan pengaruh terhadap ekspansi masyarakat dalam memanfaatkan kredit bank.
Dikhawatirkan, perlambatan ekonomi yang terjadi memicu peningkatan non performing loan (NPL) perbankan akibat debitur tidak mampu atau terhambat melakukan pembayaran kredit ke Bank. Lantas, selain soal non performing loan, seperti apa pula pengaruh penurunan pertumbuhan tersebut terhadap harga saham emiten-emiten perbankan di bursa saham?
Riset Lifepal.co.id pada Senin  (14/9/2020) menemukan, meskipun menurut data BPS ada penurunan pertumbuhan pada sektor jasa keuangan, nyatanya ada emiten-emiten pada sub sektor jasa keuangan yang pergerakan harga sahamnya masih di atas performa indeks Finance dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebaliknya, ada pula yang performanya di bawah performa indeks tersebut.
Sementara itu, dari sisi kredit macet, ternyata mayoritas bank BUKU IV yang dijadikan sampel, mengalami kenaikan non performing loan (NPL) akibat pandemi ini. Data-data ini dapat menjadi beberapa dari sekian banyak faktor yang perlu diketahui calon investor untuk membuat pertimbangan matang, sebelum berinvestasi di emiten perbankan tertentu.
Data kinerja di atas menunjukan ada dua emiten perbankan yang kinerjanya sanggup mengalahkan kinerja indeks Finance. Mereka adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
PT Bank Central Asia Tbk adalah bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah menjadi bagian penting dari Salim Group. Sekarang bank ini dimiliki dengan porsi terbesar oleh salah satu grup produsen rokok terbesar keempat di Indonesia, Djarum
Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja tanggal 16 Desember 1895.
Melihat dari grafik di atas juga terlihat jika ada 2 emiten perbankan BUKU IV yang mencatatkan kinerja pertumbuhan harga saham di atas IHSG namun masih di bawah indeks Finance yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank CIMB Niaga. Namun ada juga bank yang kinerja pertumbuhan harga sahamnya di bawah IHSG maupun Indeks Finance, yaitu Bank Danamon dan Bank Panin.(dni)



Apa Pendapatmu?