Alexa Metrics

Pasar Respons Positif Penerapan PSBB Lanjutan di Jakarta

Pasar Respons Positif Penerapan PSBB Lanjutan di Jakarta Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (4/9/2020). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari/wsj)

indopos.co.id – Pasar merespons positif penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan di Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada hari pertama penerapan PSBB. IHSG Senin sore ditutup menguat 145,12 poin atau 2,89 persen ke posisi 5.161,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 25,8 poin atau 3,44 persen menjadi 805,12.

’’PSBB tidak ketat, jadi market tidak khawatir. Dari eksternal, pasar mengapresiasi lanjutnya uji coba vaksin COVID-19 dari AstraZeneca,’’ kata Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Senin (14/9).

Sentimen lainnya, lanjut Nafan, yaitu hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan China yang untuk sementara masih belum terlihat memburuk. Pasar juga sangat antusias menanti pengumuman bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 0,25 persen, meski baru akan diumumkan pada Kamis (17/9) nanti.

’’Selain itu, adanya optimisme economic recovery dan adanya optimisme neraca perdagangan Indonesia akan surplus,’’ ujar Nafan.

Dibuka menguat, IHSG nyaman berada di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, seluruh sektor meningkat dengan sektor properti naik paling tinggi yaitu 6,47 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor keuangan masing-masing 4,29 persen dan 3,25 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp648 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 734.570 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,24 miliar lembar saham senilai Rp9,75 triliun. Sebanyak 357 saham naik, 115 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia Senin sore antara lain Indeks Nikkei menguat 152,81 poin atau 0,65 persen ke 23.559,3, Indeks Hang Seng naik 136,97 poin atau 0,56 persen ke 24.640,28, dan Indeks Straits Times melemah 5,87 atau 0,24 ke 2.484,22.

Saham-saham Malaysia juga ditutup menguat pada perdagangan Senin. Ini menambah keuntungan dua hari berturut-turut, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Kuala Lumpur (KLCI) naik 0,46 persen atau 6,51 poin menjadi menetap di 1.511,36 poin.

Sementara itu Indeks Emas yang mewakili 98 persen dari kapitalisasi pasar penuh dari semua sekuritas biasa yang terdaftar di pasar utama Bursa Malaysia, terangkat 1,13 persen atau 121,00 poin menjadi berakhir pada 10.872,48 poin.

Pada akhir transaksi, sebanyak 806 saham berhasil membukukan keuntungan, 329 saham mengalami kerugian, dan 350 saham yang diperdagangkan tidak berubah. Volume transaksi meningkat menjadi 9,57 miliar saham senilai 6,46 miliar ringgit Malaysia (1,55 miliar dolar AS), meningkat dibandingkan dengan 7,66 miliar saham senilai 6,49 miliar ringgit Malaysia (1,56 miliar dolar AS) pada Jumat lalu (11/9/2020).

Sedangkan saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, setelah akhir pekan lalu berhasil menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut, dengan Indeks Hang Seng (HSI) terkerek 0,56 persen atau 136,97 poin, menjadi 24.640,28 poin.

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara terendah 24.556,52 poin hingga tertinggi 24.750,95 poin, dengan nilai transaksi mencapai 99,65 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,86 miliar dolar AS).

Indeks Hang Seng menguat 0,78 persen atau 189,77 poin menjadi 24.503,31 poin pada penutupan perdagangan Jumat lalu (11/9/2020), dengan nilai transaksi mencapai 96,05 miliar dolar Hong Kong (sekitar 12,39 miliar dolar AS).

Sementara itu, saham-saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, karena emiten kelas atas Nikkei SoftBank Group menguat setelah mengumumkan akan menjual seluruh kepemilikan sahamnya ke perancang chips Inggris Arm Ltd.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) terangkat 152,81 poin atau 0,65 persen, dari penutupan Jumat (11/9/2020), menjadi mengakhiri perdagangan di 23.559,30 poin. Akhir pekan lalu, Indeks Nikkei bertambah 171,02 poin atau 0,74 persen menjadi 23.406,49 poin.

Sementara itu Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar saham Tokyo bertambah 14,46 poin atau 0,88 persen, menjadi berakhir pada 1.651,10 poin. Indeks Topix naik 11,78 poin atau 0,72 persen menjadi 1.636,64 poin pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2020).

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan pulp dan kertas, logam non-besi dan asuransi, termasuk di antara yang membukukan keuntungan besar pada penutupan perdagangan.

Tidak hanya itu. Bursa saham Australia menguat pada akhir perdagangan Senin, terangkat kenaikan kuat saham bank-bank besar dan pertambangan.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 40,10 poin atau 0,68 persen menjadi 5.899,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 39,60 poin atau 0,66 persen menjadi 6.078,50 poin.

“Pasar terbantu hari ini oleh penurunan yang menggembirakan dalam kasus COVID-19 yang teridentifikasi di Victoria dan NSW, bersama dengan pembuat obat Inggris AstraZeneca melanjutkan uji coba vaksin yang menjanjikan,” kata analis pasar CommSec, Steven Daghlian.

“Keuntungan dari bank-bank besar, penambang emas dan bijih besi utama, bersama dengan saham energi membantu mendorong pasar lebih tinggi pada Senin.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,56 persen, ANZ naik 0,86 persen, National Australia Bank naik 1,46 persen dan Westpac Bank naik 0,95 persen.

Saham-saham pertambangan melambung dengan Rio Tinto naik 3,88 persen, BHP naik 1,89 persen, Fortescue Metals naik 2,13 persen dan penambang emas Newcrest naik 3,62 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 2,46 persen, Santos naik 3,15 persen dan Woodside Petroleum naik 1,32 persen. Supermarket terbesar Australia bervariasi dengan Coles naik 0,06 persen dan Woolworths turun 0,60 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 1,05 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas terdongkrak 3,14 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,13 persen. (cok/ant/nas)



Apa Pendapatmu?