Alexa Metrics

Kemungkinan PBSI Tidak Akan Ikuti Kompetisi hingga Akhir Tahun Ini

Kemungkinan PBSI Tidak Akan Ikuti Kompetisi hingga Akhir Tahun Ini

indopos.co.id- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susi Susanti, mengatakan, kemungkinan besar Indonesia tidak akan mengikuti kompetisi hingga akhir 2020. Susi mengatakan, PBSI  tidak ingin mengambil risiko.

Sebelumnya, PBSI memutuskan mundur dari Thomas dan Uber Cup 2020. Selain itu Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk juga dipastikan absen pada Denmark Open 1 dan 2.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pandemi virus corona. PBSI tidak ingin mengambil risiko pemain terkena paparan virus corona dalam perjalanan.

Susi mengaku tidak menutup kemungkinan PBSI juga absen di Asia Open 1 dan 2 serta World Tour Finals 2020. Pemenang Olimpiade 1992 itu juga berharap BWF tidak memaksakan turnamen.

“Kami berpikir panjang. Tidak ada jaminan dari BWF jika ada yang terpapar bagaimana tanggung jawabnya. Apakah ikut BWF, penyelenggara, atau negara. Belum ada jawaban,” ujar Susi.

Menurutnya, belum ada protokol soal itu. Mungkin hanya kehilangan poin saja. “Tidak sampai didiskualifikasi dari World Tour Finals 2020. Ini pertimbangan kami karena keselamatan dan kesehatan,” katanya di Jakarta, Senin (14/9)

“Kemungkinan bisa saja terjadi (mengosongkan jadwal hingga akhir tahun). Dengan banyaknya yang mundur, kami berharap agar BWF lebih bijak dan tidak memaksakan diri,” imbuh Susi.

Pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP mengatakan bahwa program latihan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan tetap berjalan kendati Indonesia resmi mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020.

Kendati dipastikan tak akan mengikuti turnamen pada Oktober mendatang, Herry mengatakan bahwa para pemainnya tetap menjalani latihan seperti biasa.

Selama pandemi virus Corona, seluruh atlet PBSI mendapat pengurangan porsi latihan dari dua menjadi satu hari sekali.

Dalam sepekan, para pebulutangkis juga hanya melahap latihan dari Senin sampai Jumat, di mana Sabtu –yang dulunya dipakai latihan setengah hari kini diliburkan.

“Latihan harian jalan seperti biasa. Memang setengah hari, ya begitu saja,” kata Herry IP saat dihubungi wartawan, kemarin.Herry menambahkan, PBSI saat ini tengah menunggu pengumuman atau informasi terbaru dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terkait nasib turnamen-turnamen ke depan.

Selain Piala Thomas dan Uber 2020 serta Denmark Open I dan Denmark Open II, BWF masih menyisakan tiga turnamen lain yakni Asia Open I, Asia Open II, serta BWF World Tour Finals 2020.

Herry IP memandang keputusan Indonesia mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 memang merupakan pilihan yang terbaik.

Menurut Herry, mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 adalah langkah terbaik yang bisa diambil Indonesia mengingat keselamatan ofisial dan atlet menjadi yang utama. “Ini keputusan bersama antara pengurus, pemain dan pelatih,” ungkap Herry IP.

“Menurut saya, itu (keputusan) yang terbaik dalam kondisi sekarang ini. Menurut saya, keselamatan adalah segala-galanya,” tambahnya.

Indonesia awalnya masih mempertimbangkan untuk ikut berpartisipasi dalam kejuaraan prestisius yang tahun ini rencananya dihelat di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober tersebut.

Namun, dinamika yang terjadi, ditambah kondisi pandemi virus Corona yang tak menunjukkan tanda-tanda penurunan, membuat skuat Merah-Putih akhirnya memutuskan mundur.

Sebelum Indonesia, negara-negara lain seperti Thailand, Taiwan, Australia, hingga Korea Selatan juga telah menarik diri.

“Menurut saya, ini yang terbaik yang diambil PBSI. Kemudian negara lain juga banyak yang mengundurkan diri. Lalu Indonesia kan tidak diterima 59 negara, termasuk Denmark,” tandas Herry IP. (bam)



Apa Pendapatmu?