Alexa Metrics

Tanpa Bantuan Pemerintah, 14.500 Pelaku Usaha Tak Mampu Bertahan Lebih dari 3 Bulan

Tanpa Bantuan Pemerintah, 14.500 Pelaku Usaha Tak Mampu Bertahan Lebih dari 3 Bulan Ilustrasi. DOK INDOPOS

Indopos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lebih dari 14.500 pelaku usaha tidak akan mampu bertahan lebih dari 3 bulan, tanpa adanya bantuan dari pemerintah akibat pandemi COVID-19. ”COVID-19 ini betul-betul memukul dunia usaha, baik UMK maupun UMB,” kata Kepala BPS Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/9/2020).

Suhariyanto mengatakan, angka tersebut ia dapat dari hasil survei yang dilakukan kepada 34.559 pelaku usaha, terdiri dari 25.256 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), 6.821 pelaku usaha menegah dan besar (UMB) dan 2.482 pelaku pertanian.

Hingga Juli 2020, kata Suhariyanto, 42 persen pelaku usaha yang disurvei atau setara 14.500 pelaku usaha, mengaku tidak dapat bertahan lebih dari 3 bulan apabila pemerintah tidak memberikan bantuan.

“Ini perlu menjadi catatan, berbagai program yang sudah dirancang pemerintah harus segera terimplementasikan dengan baik, sehingga para pelaku usaha, bisa lebih optimis lagi menghadapi pandemi,” terang dia.

Kebanyakan pelaku UMK atau 69,02 persen diantaranya, meminta bantuan kepada pemerintah berupa bantuan modal usaha. Lalu 41,18 persen diantaranya menilai perlu adanya keringanan tagihan listrik untuk usaha. Kemudian, 29,98 persen lainnya meminta relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman. Hanya 15,07 persen diantara pelaku UMK yang meminta penundaan pembayaran pajak.

Selain UMK, mayoritas pelaku UMB atau 43,53 persen meminta pemerintah untuk memberikan keringanan tagihan listrik untuk usaha. 40,32 persen meminta relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman. Kemudian 39,6 persen meminta penundaan pajak dan 35,07 mendorong adanya bantuan modal usaha untuk mereka. (wok)



Apa Pendapatmu?