Alexa Metrics

Pawai Indoor, Pengikut Donald Trump Abaikan Protokol Kesehatan

Pawai Indoor, Pengikut Donald Trump Abaikan Protokol Kesehatan Pendukung Donald Trump berkerumun dalam kampanye indoor tanpa menggunakan masker. (Foto: AFP)

indopos.co.id – Dalam pelanggaran terbuka terhadap peraturan negara dan pedoman kesehatan pandemi oleh pemerintahannya sendiri, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan kampanye di dalam ruangan pada Minggu (13/9). Itu adalah pawai pertamanya sejak Juni.

Trump memberitahu kerumunan pendukungnya di Nevada, yang hampir semuanya tidak menggunakan masker, bahwa negara itu telah berada pada tahap akhir dalam mengalahkan virus corona.

Ingin memproyeksikan citra normal, Trump dengan tenang menyerap gemuruh sorak-sorai di ruang pawai yang berada di dalam gudang itu. Sebagian besar kerumunan tidak menggunakan masker, kecuali mereka yang berada di tribun belakang Trump, yang wajahnya akan ditampilakn di TV dan diwajibkan untuk menggunakan penutup wajah.

Sejak unjuk rasa di Tulsa, Oklahoma, Trump disalahkan atas lonjakan infeksi virus corona karena telah mengumpulkan pendukungnya di dalam ruangan. Dalam pidatonya, Trump tidak pernah menyebutkan bahwa pandemi itu telah menewaskan hampir 200.000 orang Amerika dan masih merenggut 1.000 nyawa setiap harinya.

“Kami tidak akan menutup negara lagi. Penutupan akan menghancurkan kehidupan dan impian jutaan orang Amerika,” ujar Trump.

Dalam pidatonya selama satu jam, Trump mencerca saingan Demokratnya, Joe Biden, yang menyatakan bahwa dia menggunakan narkoba dan bersikap lunak terhadap kejahatan.

“Biden ingin menenangkan teroris domestik dan rencanaku adalah menangkap teroris domestik,” kata Trump pada kerumunan yang antusias. “Jika Biden menang, massa menang,” serunya.

Biden mengkritik Trump karena mengadakan acara kampanye yang membuat orang berisiko tertular virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 194.000 orang di Amerika Serikat.

Semua peserta pawai diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu dan hanya dianjurkan memakai masker, di mana hanya sebagian kecil yang benar-benar menggunakannya.

Gubernur Nevada, Steve Sisolak, seorang Demokrat, telah membatasi pertemuan tatap muka di dalam dan di luar ruangan menjadi 50 orang sejak Mei. Itu adalah sebuah rekomendasi berdasarkan pedoman pembukaan kembali Gedung Putih.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis tepat sebelum kampanye dimulai, Sisolak mengatakan Trump mengambil tindakan sembrono dan egois yang membahayakan nyawa, yang tak terhitung jumlahnya di Nevada.

“Terus terang, dia tidak punya nyali untuk membuat pilihan sulit,” kata Sisolak tentang penanganan virus oleh Trump.

“Dia menyerahkan itu kepada gubernur dan negara bagian. Sekarang dia memutuskan dia tidak harus menghormati hukum negara bagian kita. Seperti biasa, dia tidak percaya aturan berlaku untuknya,” sindirnya.

Kota Henderson memberi tahu Xtreme Manufacturing pada Minggu (13/9) bahwa acara seperti yang direncanakan itu melanggar langsung arahan darurat Covid-19 gubernur dan hukuman akan menyusul.

Namun, kampanye Trump menolak pembatasan tersebut, di mana Trump mengatakan dia akan mendukung mereka yang hadir jika ‘gubernur mencarimu’.

“Jika Anda dapat bergabung dengan puluhan ribu orang yang melakukan protes di jalan-jalan, berjudi di kasino, atau membakar bisnis kecil dalam kerusuhan, Anda dapat berkumpul dengan damai di bawah Amandemen Pertama untuk mendengarkan dari Presiden Amerika Serikat,” kata direktur komunikasi kampanye Tim Murtaugh. (fay)



Apa Pendapatmu?