Alexa Metrics

Polemik Seputar Sertifikasi ala Kemenag, Sangat Bagus hanya Berceramah Itu Panggilan Agama

Polemik Seputar Sertifikasi ala Kemenag, Sangat Bagus hanya Berceramah Itu Panggilan Agama Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad

indopos.co.id – Program sertifikasi penceramah sangat bagus, khususnya bagi penceramah di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Ini sepenggal kutipan pernyataan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad saat berbincang-bincang dengan INDOPOS. Berikut perbincangan lengkapnya.

Apa tanggapan anda terhadap program sertifikasi penceramah dari Kemenag?

Program sertifikasi penceramah itu bagus. Tapi untuk penceramah di bawah Kemenag atau pegawai negeri sipil (PNS) bertugas menjadi dai. Seperti penyuluh agama, kantor urusan agam (KUA), dan pencerahan di kemenag. Itu untuk meningkatkan kualitas. Namun, sertifikasi bagi penceramah organisasi masyarakat (ormas) Islam atau penceramah freelance agak sulit diterapkan.

Bagaimana menurut anda, apabila program sertifikasi penceramah ini ditujukan bagi penceramah dari ormas Islam?

Kalau benar sertifikasi penceramah itu untuk penceramah ormas Islam tanpa ada konsekuensi ya percuma. Buat apa sertifikasi? Kan penceramah agama itu panggilan agama dan inisiatif sendiri. Kan perlu sertifikasi itu dosen, guru, notaris, dan profesi lain. Karena profesi mereka memiliki konsekuensi.

Kalau kemudian Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah ada program standardisasi dai, tidak jauh berbeda dengan program sertifikasi penceramah Kemenag. Apa tanggapan anda?

Ya silakan itu kan MUI. Kalau penceramah itu menurut saya panggilan ilahi. Setiap orang perlu menyampaikan apa yang mereka punya. Sebagaimana setiap orang wajib saling berwasilah. Seperti dalam ayat Alquran, wa tawaashau bil haqqi. Yang artinya saling menasihati untuk kebenaran.

Apabila dalam program sertifikasi penceramah ini ada pembekalan bagi penceramah tentang kebangsaan dengan melibatkan lembaga BNPT dan Lemhannas. Apa tanggapan anda?

Ya silakan kalau itu pembekalan bagi para penceramah. Tapi jangan sampai melahirkan sertifikat. Kan dulu juga ada pembekalan P4. Yang tujuannya memberi pemahaman bagi para penceramah. Dan, itu kan tugas negara. Tapi kalau sampai ada sertifikasi harus ada konsekuensi. Kalau sekadar sertifikat maksudnya apa? Buat apa? Apalagi kalau tidak ada konsekuensinya.

Terakhir, apa yang menjadi harapan anda terkait program sertifikasi penceramah yang sempat menuai polemik di masyarakat?

Begini ya. Sertifikasi itu jangan sampai menjadikan seseorang boleh berceramah dan tidak boleh berceramah. Dan bagi para penceramah harus menyampaikan isi ceramah secara benar. Yakni berdasar Alquran dan Sunnah. Artinya, jika menyimpang dan membahayakan negara dan konstitusi, maka akan berhadapan dengan hukum. Ini bukan dalam bentuk larangan. Tapi ada konsekuensi bagi seseorang yang melakukan perkataan mengandung provokatif dan melanggar hukum, harus diproses secara hukum. (nas)



Apa Pendapatmu?