Alexa Metrics

Bale, Tarzan dan Ironi-Ironi Humanis di Madrid

Bale, Tarzan dan Ironi-Ironi Humanis di Madrid

indopos.co.id – Gareth Bale tidak nongol-nongol di Valedebebas, markas latihan Real Madrid. Di bursa transfer, rumor seputar dirinya praktis sepi. Artinya, di atas kertas, Bale masih menjadi pemain Real Madrid. Sayang di lapangan, batang hidungnya tak ada. Ke manakah gerangan pemain termahal Real Madrid berusia 31 tahun itu pergi?

Gareth Bale tidak ke mana-mana. Ia bahkan sudah kembali ke Madrid usai memperkuat Wales di ajang UEFA Nations League empat hari lalu. Usai tugas internasional itu, Bale malahan bikin aturan sendiri.

Kepada manajemen Real Madrid, winger kaca yang belakangan lebih enjoy bermain golf ketimbang bola ini mengatakan, ia tidak akan ikut berlatih dengan tim. Padahal, SOP setiap usai tugas internasional selalu jelas. Tim medis klub selalu memeriksa kesehatan pemainnya. Yang terjadi sekarang, sudah Bale bertindak seenaknya sendiri, Madrid juga ikut-ikutan apatis.

Bale mengaku usai tugas internasional, lututnya bermasalah. Semestinya, tim medis klub langsung tanggap. Bale pun tak kunjung nongol di gym. Ia juga sama sekali tidak membuka pembicaraan dengan Zidane. Bahkan, usai menjuarai La Liga, Bale tidak pernah aktif di grup WA klub.

Biasanya, Bale nongol di grup WA dengan emotikon-emotikon humanis, mulai dari acungan jempol jumbo atau stiker-stiker lucu. Mantan pemain Tottenham Hotspur ini memang jarang bicara di grup. Bukan karena dikucilkan kawan-kawannya, melainkan karena sikap apatisnya yang tidak mau belajar bahasa Spanyol. Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain Madrid yang enggan mengikuti kursus bahasa Spanyol. Alhasil, Bale seperti orang yang buta huruf. Ia hanya bisa bahasa Inggris. Interaksinya dan komunikasinya dengan pemain lain juga sangat minim. Ia paling-paling hanya bicara sebentar dengan Toni Kroos atau Luca Modric. Karena keduanya paham bahasa Inggris.

Begitu apatisnya relasi sosial Bale dengan rekan-rekannya sampai-sampai muncul anggapan bahwa Bale tidak klop dengan pelatih Zinedine Zidane karena pelatih yang akrab dipanggil Zizou itu juga minim pengetahuan bahasa Inggris. Komunikasi Bale dan Zizou mirip-mirip tarzan. Mungkin kalau berpapasan langsung paling-paling mereka hanya bisa ngomong, auaaa. Dulu, ada Cristiano Ronaldo yang jadi mediator. Sangat mengherankan memang pemain sekelas Bale dengan gaji jumbo bisa bermain bersama rekan-rekannya hanya bermodalkan bahasa firasat dan naluri bola. Bayangkan saja firasat dan naluri bola itu sudah dipakai sejak 2013 sampai sekarang.

Secara kontrak, Gareth Bale masih merupakan pemain Real Madrid, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaannya di klub. Bisa jadi Real Madrid tidak ingin berurusan dengannya atau dia tidak ingin berurusan dengan klub sambil menunggu penyelesaian untuk situasi rumitnya di ibu kota Spanyol.

Sejauh ini, tawaran konkret masih belum sampai di Valdebebas. Yang heboh hanya rumor dan rumor. Soal cedera, Bale juga hanya menyatakan itu secara verbal. Oleh karena itu, Madrid lantas meresponsnya dengan cara mereka sendiri.

Jersey Bale, misalnya,  sudah tidak lagi ditampilkan di toko klub. Jersey yang dipamerkan secara mencolok melompat dari nomor  10 milik Luka Modric ke Marcelo yang mengenakan nomor 12. Ke mana gerangan nomor 11. Citra Bale bahkan belum digunakan untuk mempromosikan seragam baru Real Madrid.

Padahal, citra para pemain Madrid sudah terpasang semuanya, termasul Karim Benzema, Marcelo, Sergio Ramos, dan Marco Asensio. Tapi tidak ada ‘’tanda-tanda zaman’’ Bale di sana.

Bahkan belum ada foto diri Bale  yang dirilis di Valdebebas. Bale memang pernah ke gym, tetapi tidak ada yang memposting foto dirinya, meskipun ia telah melakukannya dengan Isco dan pemain lain. Satu-satunya waktu dia muncul adalah melalui postingan di media sosial pemain, misalnya,  foto Eden Hazard. Itu pun Bale hanya jadi latar belakang. Boleh jadi saat difoto Bale kebetulan lewat.

Well, untuk saat ini, opera sabun Bale sepertinya akan terus bertahan lama. Bale tidak akan membuat segalanya menjadi mudah, tetapi Real Madrid tidak akan membiarkannya pergi dengan dua tahun kontraknya hangus begitu saja. Perang dingin ini pun bisa berlanjut hingga 20 hari ke depan, hingga jendela transfer ditutup.



Apa Pendapatmu?