Jelang Chelsea vs Liverpool, Harus Segera Perbaiki Germany Connection

indopos.co.id – Ada superbig match di pekan kedua Premier League Minggu nanti. The Blues Chelsea menjamu The Reds Liverpool di Stamford Bridge, Minggu (20/9). Secara kebetulan, keduanya juga sama-sama mencatatkan kemenangan perdana yang mengesankan.

Lewat permainan superseru, The Reds unggul atas juara tim promosi Leeds United dengan skor futsal 4-3. The Blues yang bertandang ke kandang Seagull Brighton menang meyakinkan 3-1.

Baca Juga :

Yang menarik, bumbu-bumbu seputar dan menjelang pertandingan itu berseliweran di berbagai media massa Inggris, mulai televisi, daring, dan koran.  Jangan tanya lagi soal media sosial. Pasti riuh rendah di sana. Mayoritas tentunya memuji timnya masing-masing.

Penilaian berbeda tentu saja datang dari pundit. Gary Neville, misalnya, memuji habis performa Mohamed Salah. Hat-trick jadi dasar pujiannya. Menurut legenda Manchester United itu, Salah kini semakin menakutkan. Naluri membunuhnya luar biasa.

Baca Juga :

Pemain Mesir itu mencetak dua gol dari titik penalti. Satu gol lainnya adalah sebuah tendangan voli brilian ke sudut atas gawang Leeds United.

Salah sudah mencetak 94 gol yang luar biasa dalam tiga musim pertamanya di Merseyside. Neville sangat terkesan dengan naluri ‘’barbarian’’ pemain berusia 28 tahun itu setelah ia membuat awal yang sempurna untuk musim 2020-21.

Baca Juga :

Salah memenangkan sepatu emas Liga Premier di musim debutnya di Liverpool. Ia mencetak 32 gol setelah menyelesaikan kepindahan sebesar 34 juta poundsterling dari Roma.

Dia kemudian menindaklanjuti dengan 27 gol di semua kompetisi pada 2018-19 saat Liverpool mengangkat trofi Liga Champions. Lalu ia mencatatkan 23 gol di musim berikutnya saat The Reds memenangkan liga untuk pertama kalinya sejak 1990.

Mantan pemain Chelsea itu telah memainkan perannya dalam trisula menyerang yang tangguh bersama Roberto Firmino dan Sadio Mane. Neville lantas membandingkan mereka dengan mantan rekan setim Manchester United Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney.

“Kami berdebat antara Mane dan Salah musim lalu. Ada yang menyukai Mane. Mane melakukan hal yang tidak mementingkan diri sendiri untuk tim. Salah kadang tidak lulus. Ia sedikit egois. Saya melihatnya sebagai pembunuh di lapangan.

Itu, kata Neville, mengingatkan dirinya pada Cristiano Ronaldo dan Rooney di masanya, 2.000-an. ‘’Dan saya pikir Salah akan melampaui Mane. Alasan para pemain ini berbeda adalah mereka memiliki sesuatu di kepala mereka di mana pulang pada malam hari dan menjadi pemain terbaik di dunia menguasai dunia mereka. Mane atau Rooney, mereka berjuang untuk tim mereka,’’ katanya.

Mane telah mencetak 81 gol dalam 172 penampilan sejak bergabung dengan Liverpool dari Southampton dalam kesepakatan senilai 34 juta pounds pada Juni 2016. Ia tertinggal 16 gol dari Salah.

Di London, Frank Lampard sudah bisa tersenyum. Lelaki 42 tahun itu sempat stress jelang laga perdana. Ia tidak bisa tidur karena investasi Chelsea musim ini sangat ofensif. Kalau laga perdana sudah kalah seperti tetangganya Tottenham Hotspur bisa barabe posisinya sebagai manajer.

Lampard lantas bicara soal Timo Werner di Stadion Amex. Menurut Lampard, Timo mengesankan. Ia juga yakin Timo akan fit lagi saat melawan Chelsea Minggu nanti. Sportsmail sempat memergoki paha Timo sempat dibebat es setelah pertandingan. Lampard mengatakan, Timo hanya mengalami kontraksi otot dan tulang di sekitar paha karena benturan keras.

Werner tampil mengesankan sepanjang permainannya di papan atas dengan gerakan off-the-ball yang cerdas dan kecepatannya yang tajam.

Mantan pemain RB Leipzig itu sebetulnya menjadi target musim panas untuk Liverpool, tetapi pasukan Jurgen Klopp menolak klausul pelepasan 53 juta pounds. Karena itu, Chelsea masuk dan menutup kesepakatan.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp sempat menyentil belanja gila-gilaan Chelsea. Nah, Minggu nanti keduanya sudah harus saling berhadapan. Liverpool sudah siap 100 persen menghadapi superbig match itu. Ia tinggal menjaga konektivitas tiga megabintangnya di depan.

Sebaliknya, sebagai tuan rumah, Lampard harus bisa menggunakan waktu yang ada dengan mengoptimalkan Germany Connection, mulai dari Rudiger di belakang, Kai Havertz di tengah, dan Timo di depan. Masih ada satu lagi Germany Connection yang tersisa. Namun, Christian Pulisic yang pernah memperkuat Borusia Dortmund masih absen karena cedera.(*)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.