Alexa Metrics

Kelenteng Kwan Sing Bio HarusTetap Jadi Rumah Ibadah Konghucu, Budha dan Aliran Tao

Kelenteng Kwan Sing Bio HarusTetap Jadi Rumah Ibadah Konghucu, Budha dan Aliran Tao Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur.

indopos.co.id – Pengurus Demisioner Tempat Ibadah Yayasan Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio menegaskan jika Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, masih merupakan tempat ibadah bersama bagi umat Konghucu, Budha dan Aliran Tao.

“Intinya, kelenteng Kwan Sing Bio masih untuk umat Tri Dharma yang terdiri dari tiga pihak yakni Konghucu, Budha dan Aliran Tao,” tegas Ketua Penilik Demisioner TTID Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Alim pun menyoal keputusan Ditjen (Direktorat Jenderal) Bimas (Bimbingan Masyarakat) Budha Kementerian Agama (Kemenag) yang menerbitkan Surat Tanda Daftar Rumah Ibadah Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai wihara atau tempat ibadah hanya bagi umat Budha.

Atas kebijakan Dirjen Binmas Budha ini, pihaknya sudah melayangkan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur pada Jumat (11/9/2020).

“Memang soal izin rumah ibadah wewenang Kemenag. Namun tidak bisa mengubah seenaknya sendiri dan merugikan yang lain. Lebih baik yang ada dilestarikan, dibina dan tidak diusik,” tuturnya.

Bukti konflik sudah terlihat saat kelenteng ini digembok secara paksa pada 27 Juli 2020. Alim juga menegaskan bahwa umat akan marah bila Dewa Kwan Kong di Tuban di-Budha-kan

“Padahal negara sudah membuat kerangka pedoman dan persetujuan bersama bahwa kita harus menghormati sesama umat beragama dan menjalankan ibadahnya sesuai kepercayaannya masing-masing tanpa mengganggu yang lain dan harus saling menghormati. Prinsip ini sudah berjalan dengan baik dan lancar,” tutur Alim.

Oleh sebab itu, Alim menuntut agar Tanda Daftar Rumah Ibadah yang dikeluarkan Dirjen Bimas Budha harus dicabut agar umat Tri Dharma Kwan Sing Bio Tuban seluruh Indonesia bisa beribadah dengan tenang dan lancar.

“Kalau yang terhormat Bapak Dirjen menginginkan umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban dan umat seluruh Indonesia bisa beribadah dengan mudah dan lancar, tidak perlu berdalih yang lain kalau memang tujuannya murni untuk keadilan umat agar bisa beribadah,” tuturnya.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Buddha Kemenag Caliadi pada Minggu (16/8/2020), mendatangi Klenteng Kwan Sing Bio untuk memediasi kedua kubu yang berseteru dan meminta agar gembok gerbang dibuka. Namun salah satu kubu yang terlibat konflik menolak.

”Kalau ada masalah itu ranah hukum, jangan sampai tempat ibadah ditutup,” pungkasnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?