Alexa Metrics

PSBB Pilihan Bijak untuk Rakyat

PSBB Pilihan Bijak untuk Rakyat Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho.

indopos.co.id – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai pilihan bijak untuk rakyat Indonesia.

Meski cukup pahit, opsi ini ditempuh agar rakyat tidak menanggung derita lebih mendalam akibat penyebaran COVID-19 yang kurvanya belum juga melandai.

Karena itu, dia berharap penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi harus berjalan pararel agar pembiayaan kesehatan dan kehidupan ekonomi rakyat sehari-hari terpenuhi.

“Penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi memerlukan kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Dengan demikian, Indonesia bisa terbebas dari Pandemi serta pelebaran defisit karena kontraksi ekonomi di tahun berikutnya tidak terjadi,” ujar Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho, di Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Hardjuno, penyelamatan Kesehatan rakyat serta pemulihan ekonomi rakyat harus ditempatkan pada skala prioritas.

Sebab, Pandemi memberikan tekanan yang cukup siginifikan terhadap ekonomi nasional. “Jangan cari panggung di COVID-19. Stop semua pencitraan. Mari semua energi positif bangsa diarahkan untuk melawan COVID-19 ini,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, kebijakan ini direspon negative oleh pelaku pasar yang ditunjukan dengan anjloknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Tak hanya itu, dampak COVID-19 ini menyebabkan nafas ekonomi sebagian besar dunia usaha termasuk UKM (usaha kecil menengah), BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan ekonomi keluarga semakin sulit.

Bahkan beberapa sektor usaha kolaps akibat dari lesunya produktivitas dan minimnya penjualan.

Untuk itu, perlu kebijakan ekstrim dari pemerintah guna menyelamatkan ekonomi nasional. “Saya kira ini menyangkut urat nadi kehidupan dan urat nadi ekonomi nasional maka pemerintah tidak boleh setengah hati menangani persoalan covid ini. Jadi, pemulihan Kesehatan berjalan beriringan dengan upaya mengenjot pertumbuhan ekonomi. Tidak bisa lagi berjalan secara parsial,” terangnya.

Secara keseluruhan, Hardjuno menilai penerapan PSBB di DKI Jakarta ini sangat baik. Bahkan ini bisa menjadi role model bagi provinsi lain di Indonesia, terutama daerah yang menjadi penyangga ibukota Jakarta.

Namun demikian, penerapan PSBB ini harus terukur dengan memperhatikan ketahanan ekonomi. Karena itu, dia berharap kebijakan kembali PSBB ini harus mengkalkulasi secara komprehensif dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. “Agar berjalan efektif, saya kira, butuh kerjasama dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” tegasnya.

Seperti diketahui, PSBB merupakan amanat pasal 49 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Penjabaran lebih lanjut ketentuan PSBB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan PSBB dalam rangka percepatam penanganan Coronavirus Desease 2019 (COVID-19).(mdo)



Apa Pendapatmu?