Lho, Saluran Tempat Cuci Piring Bisa Bikin Turap Longsor

indopos.co.id – Longsor terjadi pada turap saluran penghubung (Phb) Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selain akibat hujan lebat, juga diperkirakan karena erosi tanah akibat pembuangan saluran air pencuci piring dan toilet dari warung makan di bantaran Phb Jagakarsa.

“Sebenarnya longsor terjadi pascahujan lebat. Tapi, pagi tadi, saya lihat kok ada aliran tanah yang di talud, ini saya curiga dari cucian kuliner. Setelah hujan lebat sehingga potensi untuk terjadi gerakan (erosi) akibat hujan lebat, jadi ternyata tanah bergerak,” ujar Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Mustajab di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga :

Angka Kasus COVID-19 Masih Bertambah

Ia menyebutkan, warga (pemilik warung) membangun di atas turap yang dibangun oleh Sudin SDA sejak 2015. Turap tersebut tidak dirancang untuk menahan bangunan vertikal, tetapi untuk horizontal.

Sementara bangunan warung makan tersebut berdiri di pinggir saluran Phb Jagakarsa. Tidak menyisakan jarak dua atau tiga meter dari bibir saluran itu yang memiliki lebar kurang lebih dua meter dan ketinggian lima meter dari permukaan air.

Baca Juga :

Disinfeksi Kantor Anies Selama Tiga Hari

“Menurut informasi lurah dan camat, bangunan itu dibangun di atas lahan warga, tapi kita tidak mengetahui pasti lebar tanah mereka. Menurut saya, minimal bangunan di pinggir bantaran menyisakan satu, tiga meter dari pinggir bantaran,” tutur dia.

Peristiwa longsor terjadi Selasa (15/9/2020), jelang Shalat Isya sekitar pukul 18.30 WIB. Sedikitnya ada lima kafe atau warung makan dan satu mushola yang rusak tergerus longsor. (ant/rul)

Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.