Distribusi BBM di Kalbar Terganggu Banjir

indopos.co.id- Pertamina Wilayah Kalimantan Barat menyatakan bahwa distribusi BBM dan elpiji subsidi untuk beberapa wilayah di Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu yang mengalami bencana banjir cukup tinggi tahun 2020 ini mengalami gangguan.

“Tercatat sekitar 13 SPBU dan 31 pangkalan elpiji subsidi di wilayah Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu yang terdampak banjir, sehingga distribusi BBM dan elpiji juga terganggu,” kata Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan di Pontianak, Selasa (15/9).

Baca Juga :

Banjir di Sekadau Rendam Tiga Kecamatan

Dia menjelaskan, adapun lokasi penyaluran BBM dan elpiji subsidi yang mengalami gangguan dampak banjir, yakni diantaranya di Kabupaten Sintang, yaitu di Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Serawai, Ambalau dan Kecamatan Binjai, kemudian Kabupaten Melawi, yaitu di Kecamatan Ella Hilir, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Kecamatan Sokan, kemudian di Kapuas Hulu, yakni di Kecamatan Kalis, Putussibau Utara, Selatan, Bika dan Kecamatan Ambaloh Hilir.

“Sehingga di beberapa wilayah tersebut, untuk penyaluran BBM dan elpiji subsidi hingga saat ini mengalami gangguan karena akses jalan terendam banjir,” ungkapnya.

Baca Juga :

Korban Banjir di Kalbar Mulai Depresi

Dia menambahkan bahwa banjir tersebut tidak hanya menggangu distribusi BBM dan elpiji, tetapi kegiatan masyarakat juga mengalami kelumpuhan sehingga menggangu aktivitas masyarakat dan juga menggangu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

“Dalam hal ini kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dan apabila air banjir sudah surut maka akan segera dilakukan penyaluran BBM dan elpiji subsidi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, menurut Weddy, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk dapat memberikan informasi terkait titik-titik yang sudah dapat disalurkan BBM dan elpiji subsidi.

“Kami juga saat ini mengoptimalkan pengiriman elpiji subsidi menggunakan speed boat pada masyarakat atau daerah-daerah yang dilanda banjir,” ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun di lapangan, beberapa kawasan banjir di Kabupaten Melawi, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu hingga saat ini masih terjadi genangan banjir dengan ketinggian bervariasi.

Bencana banjir juga masih memutus atau melumpuhkan transportasi darat dari Sintang tujuan Melawi, kemudian dari Sintang dan Kapuas Hulu dan sebaliknya. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.