Alexa Metrics

Gawat, Stok Darah PMI Habis Tersisa 30 Persen

Gawat, Stok Darah PMI Habis Tersisa 30 Persen Ilustrasi pengambilan donor darah di PMI. DOK Indopos
indopos.co.id – Di tengah pandemi penyebaran virus corona atau COVID-19, kebutuhan darah tetap ada untuk berbagai terapi penyakit. Meski tidak seimbangnya antara kebutuhan darah dan jumlah pendonor membuat stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menurun sekitar 70 persen.

“Menurun dari jumlah kantong yang didapat perharinya. Pendonor rutin biasanya sebanyak 1000 kantong darah per hari. Saat ini hanya sekitar 300 kantong,” tutur Ketua PMI DKI Rustam Jakarta, Kamis (17/9/2020).
Rustam menuturkan, kebutuhan darah tetap ada mulai dari yang membutuhkan darah rutin seperti penyakit thalasemia hingga penyakit yang tidak rutin seperti ibu melahirkan, demam berdarah, dan kecelakaan.
“PMI DKI juga sudah membuat protokol kesehatan terkait pelaksanaan donor darah dimasa pandemi COVID – 19 yakni dimulai dari mencuci tangan, pemeriksaan suhu, pengaturan jarak, pemeriksaan fisik sederhana hingga penyemprotan disinfektan berkala,” tuturnya.
“Masyarakat diimbau untuk menyumbangkan darahnya dengan tetap memperhatikan protokok kesehatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, PMI DKI juga memberikan penghargaan bagi 16 orang karyawan PMI yang telah mengabdi selama 15-25 tahun. Juga penerimaan bantuan sembako dan APD dari para donatur.
“Untuk bantuan paket sembako akan diberikan kepada masyarakat Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan di Jakarta Selatan,” katanya.
Pihaknya juga mendistribusikan sebanyak 3.949 paket KSBB bagi masyarakat Marunda, Rawa Badak Utara, Kelapa Gading, Bendungan Hilir, Kampung Rawa, Mampang Prapatan, Pulau Tidung 18-23 September besok. Penyemproan disinfektan di masjid dan tempat umum telah dilakukan, di 12.472 titik,” ujarnya.
Sabtu pekan ini juga akan kembali dilakukan penyemprotan disinfektan serentak di 6 wilayah DKI Jakarta. “Melibatkan masyarakat yang dibekali alat penyemprot melalui Ketua RW sebanyak 500 unit/wilayah Kota,” tutupnya. (ibl)



Apa Pendapatmu?