Alexa Metrics

Apa Kabar Nagari Rimba Nusa

Apa Kabar Nagari Rimba Nusa Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno menanam di hutan bakauTaman Nasional Kutai, Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (16/9). (Foto: Istimewa)

indopos.co.id – Apa kabar ibu kota negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur? Sejak pandemi COVID-19, rencana pemindahan ibu kota lama tak terdengar lagi. Sampai di mana pembahasannya?

Dalam acara Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Bontang, Kalimantan Timur, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan bahwa pelaksanaan HKAN di provinsi ini punya arti tersendiri. Yaitu mendukung langkah-langkah penyiapan dan pemantapan provinsi ini sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru dan proyeksi lokasi dengan areacoverage.

Menurut Siti, lokasi IKN proyeksinya seluas kurang lebih 256 ribu hektare pada wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kab. Kutai Kartanegara.

”Sangat jelas pesan Bapak Presiden bahwa kita akan menyiapkan calon ibu kota negara seraya melakukan pemulihan lingkungan, dengan kata lain akan kita laksanakan penyiapan dan pembangunan IKN  dengan  prinsip-prinsip kelestarian lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam sambutannya yang dibacakan Wamen LHK Alue Dohong di Taman Nasional Kutai di Kota Bontang, Rabu (16/9).

Peringatan puncak HKAN di Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur mengangkat tema ”Nagari Rimba Nusa-Merawat Peradaban Menjaga Alam”.   Seperti diketahui, 10 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Konservasi Alam Nasional.

Setiap tahun diperingati di berbagai lokasi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam. Dalam rangkaian acara tersebut pihaknya juga mengkampanyekan dan memasyarakatkan gerakan konservasi alam kepada seluruh masyarakaSiti menjelaskan, pada puncak peringatan HKAN 2020 ini mengambil tema khusus, dan pada tempat penyelenggaraan yang khusus pula. Selain memantapkan Ibu kota Negara Baru, ada arti penitng lainnya di balik penyelenggaraan HKAN ini.

”Diharapkan dapat menjadi titik awal kebangkitan bangsa Indonesia yang harmoni dengan alam, pasca pandemi global COVID-19,” kata Siti.

Selain itu, lanjut Siti, konservasi, keanekaragaman hayati merupakan ruang strategis dan utama kita menjaga sumber daya alam dan lingkungan kita.

”Saya ingin kita semua, aparat, kader konservasi dan masyarakat luas  bisa mengenal, merasakan dan bersentuhan secara langsung dengan landscape konservasi seperti Taman Nasional Kutai ini,” kata Siti.

Lebih jauh Siti menjelaskan, lanskap pada arti ruang merupakan ruang-ruang peradaban, tempat hidup dari zaman ke zaman,  tempat yang esensial untuk survival, dan zoning menurut atribut fisik dan sosial ekonomi dan arah pengembangan. Lanskap pada dimensi  waktu,  mengandung arti  proses mencapai tujuan dan perwakilan subyektif, durasi dan order atau sistematika, struktur, dan sekuens.

Waktu dan ruang secara bersama-sama membentuk elemen ketiga yaitu social actions,  upaya mempengaruhi atau mencegah perubahan.  Dengan kata lain, lanskap sesungguhnya merupakan basis kekuatan  atau kekuasaan sehingga betul-betul dalam berbagai upaya pembangunan harus diperhatikan aspek-aspek ekologi, sosial dan kultural harus beutl-beutl menjadi perhatian.

”Dengan berbagai perspektif yang saya sampaikan tadi, maka saat ini kita berada bersamasama di tempat yang baik dan indahnini, dan semiga membawa keberkahan dalam doa dan usaha kita bersama untuk pemulihan alami dari bencana pandemi COVID-19,” jelas Siti.

Secara keilmuan lingkungan  adanya  turbulensi pada alam seperti ini, alam juga yang akan melakukan pemulihan dirinya atau kita kenal dengan resiliensi  dan akhirnya menuju pada keseimbangan  baru atau kita kenal dalam istilah ilmiah sebagai peristiwa homeostasis, yaitu proses dimana alam bekerja mengatur keseimbangannya sendiri dan akan mencapai titik keseimbangan baru. (cok)



Apa Pendapatmu?