Alexa Metrics

Masyarakat Keluhkan Pengisian SPBU Self Service Selama PSBB

Masyarakat Keluhkan Pengisian SPBU Self Service Selama PSBB isi bbm
indopos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat. Artinya berbagai ketetapan terkait hukuman yang diberikan baik kepada individu maupun sektor usaha telah diberlakukan.
Sesuai Peraturan Gubernur nomor 79 tahun 2020 tentang sanksi yang diberikan terkait pelanggaran PSBB bila ditemukan individu atau sektor usaha yang tidak melakukan kewajiban perlindungan (protokol) kesehatan maka dikenakan sanksi progresif.
Namun meski sudah ada sanksi tersebut nyatanya masih saja terdapat baik individu atau pun sektor usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Berdasarkan temuan di lapangan, sektor usaha tempat pengisian bahan bakar SPBU kedapatan masih belum menjalankan protokol kesehatan.
Sebab, SPBU yang menyediakan pengisian bahan bakar secara self service, dianggap menyalahi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Meski telah disediakan tempat mencuci tangan, namun masih saja ada masyarakat yang sebelum/selesai mengisi bahan bakar secara self service, mereka tidak langsung mencuci tangan.
Itu diungkapkan seorang driver ojek online (ojol), Trisno yang mengeluhkan petugas SPBU yang tidak mengarahkan pelanggan seusai pengisian bensin untuk segera melakukan cuci tangan. “Seharusnya petugas mengarahkan pelanggan untuk mencuci tangan,” kata Trisno setelah mengisi bensin di SPBU Pertamina 34-11612, Jalan Kembang Kerep Meruya Utara Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (17/9/2020).
Demikian juga diutarakan Merry, walaupun dirinya mencuci tangan setelah melakukan pengisian self service, akan tetapi dia menyayangkan jika tidak ada arahan khusus tentang hal itu. “Kalo saya si, langsung cuci tangan, tapi pelanggan yang lain gimana?,” tutur Merry.
Namun, saat diminta konfirmasi wartawan terkait hal tersebut beberapa petugas SPBU setempat menolak menyampaikan keterangannya.
Wakil Walikota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko menyampaikan mengenai sanksi bagi sektor usaha yang tidak melakukan protokol kesehatan sesuai Pergub 79 bagian 20. “Sesuai dengan pergub 79 bagian 20 bahwa di situ menyatakan bila ditemukan individu yang tidak melakukan kewajiban perlindungan kesehatan individu atau tidak menggunakan masker maka dilakukan sangsi progresif,” ulas Yani.
Berdasarkan Pergub No. 79 tahun 2020 menyatakan, yang dimaksud sanksi progresif untuk individu yang tidak mengenakan masker maka hukumannya berupa bekerja sosial selama 1 jam atau denda sebesar 250.000 rupiah. Yani menambahkan, bila ditemukan kembali dengan individu yang sama, maka hukuman tersebut, akan dilipatgandakan.
“Berarti dua kali, berarti kerja, kerja sosial selama 2 jam dan denda sebesar 500.000. Itu berlaku seterusnya,” ujarnya.
Dalam pergub juga diterangkan mengenai sanksi untuk sektor usaha yang tidak melakukan protokol kesehatan. Apabila ditemukan terdapat yang positif terpapar COVID-19, maka tempat tersebut akan ditutup selama 1 x 24 jam. (ibl) 



Apa Pendapatmu?