Alexa Metrics

Mengintip Aksi Lari untuk Amal Sosial, Tetap Sehat dengan Menjaga Kebugaran di Masa Pandemi

Mengintip Aksi Lari untuk Amal Sosial, Tetap Sehat dengan Menjaga Kebugaran di Masa Pandemi Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa setelah menyelesaikan lari di kawasan epicentrum, Jakarta. (Foto: IST)

indopos.co.id -Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan pencinta lari untuk beraktivitas. Di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, tetap aktif menjaga kebugaran. Salah satunya komunitas LUAS, seperti apa?

Bagi pencinta lari, tentu sudah tidak asing lagi dengan aksi LUAS. Ya, sebuah gerakan mengomobinasikan olaharga dan aksi kegiatan sosial itu, diusung IndoRunners. Kegiatan itu, telah digalakkan sejak 2012. Sukses menukar lebih dari 3,5 juta kilometer lari menjadi dana amal sosial setara Rp14 miliar (sekitar UDD1 Juta).

Program amal itu menuai sukses besar. Antara lain membantu pembangunan Rumah Sakit di Palangkaraya, rumah singgah di pinggiran Jakarta, dan berbagai kegiatan bertujuan sosial lain. Saat ini, para penerima beasiwa berkomitmen tetap aktif walau mayoritas berada #DirumahAja, dengan melakukan olahraga di rumah, atau berlari mandiri di sekitar lingkungan. ”Dalam tatanan hidup baru ini, kita semua bertanggung jawab menjaga kesehatan diri secara mandiri,” tutur Raisya Amanda Ichsan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI angkatan 2018.

Raisya merasa banyak manfaat sudah didapat. Mulai biaya pendidikan, kesehatan, dan pengetahuan tentang olahraga. ”Kegiatan lari rutin dilakukan sangat membantu para penerima beasiswa termasuk saya untuk lebih memperhatikan kesehatan jasmani,” akunya.

Salah seorang penerima Beasiswa LUAS dengan IPK 3,7 dari FISIP UI angkatan 2018, Eulul mengaku LUAS mengajarkan banyak hal. Baik kedisiplinan, kepedulilan sesama, kesetiakawanan, dan makna pentingnya menjaga kesehatan tubuh. ”Secara tidak langsung beasiswa LUAS membentuk diri saya menjadi pribadi lebih kuat dan peduli kesehatan dari sebelumnya,” katanya.

Program Manager LUAS IndoRunners Chia Harijanto, menerangkan tahun ini merupakan tahun terakhir penerimaan beasiswa 25 calon sarjana baru. Dengan begitu, hingga pengujung tahun ini telah mencapai 100 mahasiswa. ”Kami sangat berterima kasih kepada PT Pan Brothers, sebagai penyandang dana telah menukarkan 2,5 juta kilometer lari oleh 4,791 IndoRunners pada 2017, menjadi 100 beasiswa mahasiswa program Sarjana Reguler di Universitas Indonesia.

Vice President Director PT Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, di masa pandemi ini, pemeliharaan kebugaran tubuh menjadi sangat penting. Itu dengan catatan kegiatan lari dilakukan mandiri dan tidak berkelompok. ”Pan Brothers mendukung program #lari100sarjana untuk generasi masa depan bangsa yang cerdas, dan sehat,” tegasnya (ash)



Apa Pendapatmu?