Alexa Metrics

Bareskrim Duga Ada Unsur Pidana terkait Kebakaran Kantor Kejagung

Bareskrim Duga Ada Unsur Pidana terkait Kebakaran Kantor Kejagung Sejumlah petugas Puslabfor (pusat laboratorium forensik), damkar (pemadam kebakaran) serta aparat kepolisian tengah mengamankan dan memeriksa sisa kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Penyebab dari kebakaran yang menghanguskan sebagian besar gedung Kejagung ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Foto: Adrianto/INDOPOS

indopos.co.id – Setelah bekerja keras untuk melakukan penyelidikan insiden kebakaran kantor Kejagung (Kejaksaan Agung), Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri (Kepolisian Republik Indonesia) sudah mulai mendapatkan titik terang. Menurut Kepala Bareskrim Komjen (Komisaris Jenderal) Listyo Sigit Prabowo, pihaknya menduga kebakaran itu merupakan peristiwa pidana.

“Maka peristiwa yang terjadi, penyidik sementara berkesesimpulan itu dugaan peristiwa pidana,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sebanyak 131 saksi. Selain itu petugas yang kebetulan melakukan renovasi gedung juga dimintai keterangannya. Meningkatnya status kasus peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dari penyelidikan menjadi penyidikan, atas dasar dugaan pidana di dalamnya. Ditemukan hidrokarbon dan pemeriksaan 131 saksi serta penelusuran sejumlah bukti petunjuk.

Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penyelidikan peristiwa kebakaran dilakukan secara bersama oleh tim dari Kejaksaan Agung. Penyelidikan dilakukan dengan pengecekan rekaman kamera pengawas, meminta keterangan 131 saksi, analisis ahli dan foto satelit, serta enam kali lakukan olah tempat kejadian perkara.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Puslabfor menyimpulkan sumber api bukan karena hubungan arus pendek, namun diduga karena nyala api terbuka,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, peristiwa kebakaran bermula dari dari ruang rapat biro kepegawaian di lantai 6. Kemudian menjalar ke lantai dan ruangan lainnya.

Api merembet lantaran adanya lapisan luar gedung dan beberapa cairan senyawa hidrokarbon. Kemudian kondisi lain yang membuat gedung cepat terbakar karena penyekat ruangan dibuatdari bahan mudah terbakar seperti gipsum pun parkit.

“Di lantai 6 memang ada renovasi ruangan, maka di hari itu sekira pukul 11.30 WIB – 17.30 WIB ada beberapa kuli bangunan yang mengerjakan pembaruan di area tersebut,” jelasnya.

Kemudian ketika api mulai berkobar, sejumlah orang yang ada di lokasi mencoba memadamkan api, namun tak berhasil lantaran peralatan pemadaman kurang mendukung sehingga dibutuhkan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran. “Keberadaan dan perbuatan pekerja bangunan itu jadi salah satu hal yang diselidiki polisi,” jelasnya.

Melalui penyelidikan tersebut kasus ditingkatkan menjadi tahap penyidikan. “Maka peristiwa yang terjadi, sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” tutur dia. (wok)



Apa Pendapatmu?