Alexa Metrics

Pulihkan Ekonomi, Mendag Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal

Pulihkan Ekonomi, Mendag Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Ilustrasi. Toko peralatan rumah tangga produk lokal. Foto: Istimewa

indopos.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengajak masyarakat untuk selalu bangga akan produk buatan Indonesia. Salah satunya, dapat diwujudkan dengan dengan membeli dan menggunakan produk Indonesia, khususnya produk kerajinan pernak-pernik unik asli Indonesia.

”Kecintaan dan kebanggaan terhadap Indonesia perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata. Salah satunya, dengan membantu meningkatkan perekonomian bangsa di masa pandemi ini. Bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri,” kata Agus, di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Dikatakan, di tengah Pandemi COVID-19, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting sebagai penopang perekonomian bangsa yang menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

UMKM memiliki kontribusi sebesar 60 persen dari PDB (produk domestik bruto), menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja, serta menyumbang 14 persen dari total ekspor. Saat ini, pelaksanaan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) telah mengubah pola konsumsi masyarakat dan menjadikan penjualan daring sebagai solusi di tengah situasi pandemi.

”Untuk itu, UMKM harus dapat memanfaatkan nilai konsumsi dalam negeri yang besar agar dapat tetap bertahan, beradaptasi, dan berkembang dalam situasi kebiasaan baru masyarakat yang serba digital,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, untuk menjaga pasar dan daya saing produk UMKM, Kemendag telah melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya, melalui Pelatihan on boarding UMKM yang bekerja sama dengan lokapasar (marketplace).

”Dengan pelatihan tersebut, diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dan eksistensi UMKM di pasar daring. Kemendag juga memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi dalam pengembangan, standardisasi, serta perizinan, dengan bekerja sama dengan beberapa universitas, dinas perdagangan seluruh Indonesia, serta komunitas pengusaha,” cetusnya.(dni)



Apa Pendapatmu?