Alexa Metrics

Warga Datangi Bareskrim Polri Minta Perlindungan Hukum

Warga Datangi Bareskrim Polri Minta Perlindungan Hukum Ilustrasi.

indopos.co.id – Seorang warga asal Surabaya, Jawa Timur meminta perlindungan hukum ke biro pengawasan dan penyidikan (Biro Wasidik) Bareskrim Polri nomor J.Pgl/3792/IX/res19/2020Ditreskrimum, terkait dugaan pencaplokan lahan seluas 16.000 meter persegi oleh Yayasan VDJ.

Tanah tersebut berada di Jalan Bulu Jaya V, Kelurahan Lontar, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut pelapor, Arif Saifuddin, dirinya mendatangi Bareskrim karena tanah seluas 1,6 hektare yang dimilikinya diduga dicaplok oleh Yayasan VDJ.

Padahal, ulas dia, pada 2019 lalu lahan korban yang disengketa oleh pihak VDJ telah mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan nomor 775/Pid.B/2013/PN Surabaya tertanggal 19 Desember 2013, ditambah putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Bukti yang miliki sudah cukup kuat berdasarkan putusan dari Pengadilan dan Mahkamah Agung,” kata Arif Saifuddin di Bareskrim Polri, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, pihak Kejaksaan Negeri Surabaya juga telah memputuskan untuk ahli waris M. Yusuf (alm) Arif Saifuddin yang merupakan anaknya untuk membuat pagar miliknya.

Namun, setelah mendapat putusan dari pengadilan dan Mahkamah Agung ahli waris justru dipidanakan dan ditetapkan tersangka oleh penyidik Subdit Harta dan Benda (Harda) Direktorat kriminal umum Polda Jawa Timur terkait dugaan pemalsuan dan pemberian keterangan palsu kedalam akta autentik.

“Saya kesini untuk meminta perlindungan hukum, saya yang punya tanah malah saya yang ditersangkakan oleh polisi,” pungkasnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?