Tingkat Kesembuhan Capai 75,7 Persen

indopos.co.id – Kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta pada Kamis (17/9/2020) sebanyak 1.014 yang merupakan hasil dari satu hari uji usap (swab test). Dengan angka tersebut, jumlah kasus mencapai 59.472, bertambah signifikan dari hari sebelumnya sebanyak 58.458 kasus.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, pertambahan sebanyak 1.014 kasus positif ini lebih rendah dibanding pertambahan pada Selasa (15/9/2020) sebanyak 1.027 kasus dan Senin (14/9/2020) 1.062.

Baca Juga :

Pada Ahad (13/9) 1.492 kasus, Jumat (11/9) 1.034, Kamis (10/9)1.450 kasus, Sabtu (12/9) 1.440 serta Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus. Akan tetapi, walau pertambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak. Tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus merupakan pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020).

Pertambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan pada tanggal 12-15 September 2020. Jumlah kasus positif yang dilaporkan pada Kamis hasil pemeriksaan pada 9.582 spesimen,  7.615 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 1.014 kasus positif dan 6.601 kasus negatif.

Baca Juga :

Piutang DKI Rp5 Trilun Belum Tertagih

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menerangkan, sampai 16 September 2020 sebanyak 1.095.327 telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium. “Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 74.380. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 57.182,” ujar dia.

Kini, sebanyak 12.752 orang masih dirawat/isolasi. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Kamis sebanyak 59.472 kasus. Dari jumlah itu, 45.207 orang dinyatakan telah sembuh dan 1.513 orang meninggal dunia.

Baca Juga :

Tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 76 persen (sebelumnya 75,7 persen) dan tingkat kematian 2,5 persen (sebelumnya 2,6 persen). Untuk “positivity rate” atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan Kamis ini sebesar 14,4 persen (sebelumnya 13,8 persen).

Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,5 persen (sama seperti sebelumnya). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. (ant/rul)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.