Sepakat dengan Mahfud MD, KPK Ajak Masyarakat Kritis

indopos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah praktik korupsi. Lembaga antirasuah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan dalam memberantas korupsi baik melalui pendekatan pencegahan maupun penindakan.

”KPK selalu memastikan penegakan hukum selalu dalam koridor hukum yang berlaku dengan mengedepankan asas-asas transparansi, akuntabilitas, dan keadilan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara penindakan KPK Ali Fikri, di Jakarta, Jumat (18/9/2020). Menurutnya, lembaga antirasuah tersebut bahkan bertanggung jawab atas penengakan hukum dan pemberantasan praktik korupsi yang dilakukan selama ini.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengultimatum para penegak hukum, termasuk kejaksaan, agar tidak terjebak praktik buruk di bidang hukum. Sebab, stigma buruk terus melekat di masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

 “Sudah sangat jelek kesan penegakan hukum kita di masyarakat, nanti diperas, nanti malah ditangkap, dan sebagainya. Saya tidak bisa melakukan apa-apa, Presiden (Joko Widodo) tidak bisa melakukan apa-apa, karena semua punya batasan kewenangan karena itu perlunya pembinaan dan moralitas,” kata Mahfud di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

Baca Juga :

Pesan ini disampaikan Mahfud dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pidana Umum Kejaksaan Agung yang diselenggarakan secara daring. Rakernis dihadiri 626 peserta, termasuk Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, dan petinggi Korps Adhyaksa lainnya.

Mahfud lantas mencontohkan kewenangan jaksa yang kerap disalahgunakan. Masyarakat pun menilai sikap dan moralitas para jaksa, termasuk penegak hukum lain telah bobrok. ”Saya bisa membuat pasal ini untuk membuat orang yang salah jadi tidak salah, saya bisa menghukum orang ini padahal tidak salah, saya bisa cari buktinya. Itu adalah praktik industri hukum dan masyarakat sekarang sudah kritis,” ujarnya.

Baca Juga :

BW: Pimpinan KPK Beri Teladan Buruk

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut kunci mengubah paradigma dan sikap para jaksa ini adalah dengan menjunjung moralitas. Menurutnya, semua jaksa harus bertanggung jawab dan memiliki moral dalam penegakan hukum.”Kuncinya dalam membina insan kejaksaan adalah moral. Sudah tidak bisa dibohongi, kita harus transparan dan akuntabel,” kata Mahfud.

Di era keterbukaan informasi ini, kata Mahfud, para penegak hukum juga tak bisa mengelak ketika membuat kecurangan dalam menangani sebuah perkara. Masyarakat saat ini juga semakin kritis dan gemar memantau kinerja para penegak hukum.”Penegak hukum sudah tidak bisa menghindar lagi, iklim keterbukaan informasi dan masyarakat makin kritis,” ujarnya. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.