Bea Cukai Soekarno-Hatta dan Polda Metro Jaya Pertajam Fungsi Pengawasan

indopos.co.id  – Kasus pengedaran narkotika psikotropika dan prekursor (NPP) dan penipuan bukanlah hal baru yang terjadi di kalangan masyarakat. Dari kasus yang kecil sampai yang besar pun selalu saja terjadi. Bisa dikatakan bahwa modus penyelundupan NPP dan penipuan semakin kreatif setiap tahunnya. Hal ini dikatakan Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, pada Selasa (15/09) lalu saat mengunjungi Polda Metro Jaya untuk melakukan koordinasi terhadap kasus NPP dan penipuan yang kerap terjadi meski dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

Kepala Polda Metro Jaya, Nana Sudjana, didampingi Direktur Reskrim Kbp. Tubagus Ade Hidayat, Direktur Reskrimsus Kbp. Roma Hutajulu, Direktur Resnarkoba Kbp. Mukti Juharsa dan Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta Kpb. Adi Ferdian Saputra, menyambut baik kedatangan Finari dan jajaran, ia menyampaikan keresahan atas penyalahgunaan narkoba di masa ini. “Pada masa seperti pandemi Covid-19 yang terjadi seperti sekarang ini, banyak pemuda yang kehilangan akal sehat atau stress sehingga beralih menggunakan barang terlarang seperti NPP,” katanya.

Menimpali pernyataan Kapolda, Finari mengharapkan adanya hasil yang baik berupa langkah strategis dalam memberantas peredaran NPP dan penipuan. “Dampak dari pandemi, membuat masyarakat mempunyai banyak waktu luang yang berlebih, sehingga cenderung konsumtif dalam memakai media sosial, sehingga modus penipuan banyak menciptakan celah dan memanfaatkan korban situasi seperti sekarang ini,” ungkapnya di hadapan yang menyambut hangat kunjungan dari Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Ia pun mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin baik antara Bea Cukai dan POLRI selama ini. “Saya berterima kasih kepada Polda Metro Jaya atas sambutan baiknya sehingga rapat ini bisa direalisasikan, dan juga saya berterima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah dibangun selama ini antara Bea Cukai dan Kepolisian demi penanganan kasus seperti penyelundupan NPP dan modus penipuan yang selama ini terjadi.

Baca Juga :

Menurutnya, dibutuhkan peran aktif seluruh kalangan masyarakat terutama para orang tua yang harus mengawasi anak-anaknya sehingga tidak terjerat kasus seperti NPP, maupun menjadi korban kasus modus penipuan dengan berkedok percintaan. (adv)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.