Petugas Uji Lab COVID-19 Mogok

indopos.co.id – Ratusan petugas di laboratorium pengujian COVID-19 dari penjuru Prancis mogok kerja pada Kamis untuk melakukan protes atas kondisi kerja yang buruk. Serikat pekerja terbesar di negara itu, CGT, mengatakan bahwa protes itu mengganggu jalannya pengujian laboratorium di sejumlah kota dan dapat berkepanjangan jika pemilik laboratorium gagal dalam negosiasi.

Sementara pemerintah meminta dilakukan tes yang lebih banyak dan lebih cepat dalam situasi lonjakan kasus baru COVID-19.

Baca Juga :

“Risiko ini akan terjadi hingga berpekan-pekan mendatang. Tunjangan COVID bukanlah jawaban. Memang hal itu bagus untuk para pekerja dalam hal tingkat upah, namun itu saja tak cukup,” kata Eric Sellini, sekretaris federal CGT di cabang laboratorium.

Seorang perwakilan pekerja, Francois Blanchecotte, menyebut dampak  protes itu terhadap proses pengujian COVID-19 tidak terlalu besar.

Baca Juga :

Pekerja JICT yang Mogok Kena SP 2

Sebagian petugas medis mengeluhkan kondisi “masa perang”, di mana mereka harus berurusan dengan permintaan yang melimpah dan pasien yang agresif.

Protes para petugas laboratorium muncul pada hari yang direncanakan oleh CGT untuk menggelar unjuk rasa di jalanan secara nasional.

Baca Juga :

Akhirnya, SP JICT Sudahi Aksi Mogok Kerja

Serikat pekerja itu menuduh Presiden Emmanuel Macron menghancurkan sistem keamanan sosial Prancis, merusak layanan untuk masyarakat, dan menempatkan kepentingan bisnis besar di atas para pekerja, bahkan dalam kondisi pandemi yang telah membuat ekonomi hancur dan pemecatan pekerja terpaksa dilakukan.

CGT dan enam serikat pekerja lain dari sektor pendidikan menyatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa situasi ini mengharuskan “adanya reformasi mendalam dengan perubahan total dengan kebijakan sosial ekonomi saat ini juga.”

Kebijakan reformasi Presiden Macron untuk meliberalisasi ekonomi dan menunjang daya saing Prancis telah membuat munculnya gelombang protes, yang terkadang disertai kekerasan, selama tiga tahun ia menjabat. (rtr/fay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.