Pembunuh Manajer HRD Ternyata Mantan Mahasiswi UI

indopos.co.id – Laeli Atik Supriyatin, pelaku pembunuhan dan mutilasi Manager HR PT Jaya Obayhasi Rinaldi Harley Wismanu di Apartemen Kalibata City, ternyata mantan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Laeli bahkan dikabarkan pernah menjadi Ketua Pemilihan Raya UI 2012 Badan Eksekutif Mahasiswa UI.

Tersangka yang mengecat rambutnya menjadi pirang setelah membunuh saat kuliah dikabarkan mengenakan jilbab. ”Anak rantau juga. Ya salut gue sama dia, tipe-tipe cewek independen dan punya ideologi gitu,” ujar Titik, salah seorang teman Laeli, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga :

Menurutnya, saat itu Laeli dipercaya menjadi ketua acara tersebut dan Titik menjadi salah satu stafnya. Namun di pertengahan kepanitiaan, Laeli tiba-tiba mengundurkan diri. Padahal, tersangka saat itu aktif mengkritik BEM UI dan vokal terhadap isu-isu di kampus.

Laeli saat itu dikenal kritis dan pintar selama di kampus. Laeli merupakan mahasiswi yang merantau dari Tegal dan harus menghidupi dirinya di Jakarta. Sekitar bulan Oktober 2019, nama Laeli viral di media sosial dalam kasus skandal dengan Djumadil Al Fajri yang juga tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi manajer HRD .

Laeli Atik Supriyatin alias LAS dan Djumadil Al Fajri alias DAF ditangkap polisi usai membunuh Rinaldy Harley Wismanu, 32 tahun. Tak cuma dibunuh, keduanya bahkan memutilasi mayat korban menjadi 11 bagian.

Kedua tersangka membunuh Rinaldi di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 9 September 2020. Awalnya, korban mengenal Laeli dari sebuah aplikasi kencan, yaitu Tinder. Keduanya sepakat bertemu di apartemen itu. Kedua tersangka sebelumnya telah menyewa apartemen selama enam hari, dari 7 hingga 12 September 2020.

Baca Juga :

Saat Rinaldi dan Laeli masuk ke apartemen tersebut pada 9 September 2020, tersangka Fajri ternyata sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi. Usai Rinaldi dan Laeli ngobrol dan berhubungan badan, Fajri memukul kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan batu. Dia juga menusuk Rinaldi sebanyak tujuh kali.

Kedua tersangka memotongi tubuh korban menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek. Setelah itu, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan ransel. Kedua tersangka lantas memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City. Uang korban dalam rekening kemudian dikuras oleh kedua tersangka.

Keduanya kemudian ditangkap polisi di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu, 16 September 2020. Polisi melacak mereka setelah menggunakan uang hasil kejahatan tersebut untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah. Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.