Lurah Benda Baru Cuma Disanksi Potong Gaji

 

indopos.co.id – Meski kasusnya berujung damai, tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tetap menjatuhkan sanksi bagi Lurah Benda Baru Saidun. Sanksi itu terkait kasus titip menitip siswa baru di SMA Negeri 3 yang berujung laporan ke kepolisian.

Baca Juga :

Dua sanksi itu dijatuhkan lantaran aparatur sipil negara (ASN) tersebut terbukti melanggar kode etik sebagai pegawai negara. Namun desakan pencopotan sang lurah itu harus dilakukan Wali Kota Tangsel.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel  Apendi mengatakan, pemberian sanksi kepada Saidun dianggap telah melakukan pelanggaran kerja serius sebagai ASN.

Baca Juga :

Sebab ulahnya mengamuk di SMA Negeri 3 Tangsel itu memiliki banyak bukti kuat. Apalagi kasus itu sempat diusut kepolisian setelah pihak sekolah melaporkan peristiwa tersebut.

”Sanksinyan sudah kami jatuhkan kepada Saidun. Tentu sanksi ini kami berikan berdasarkan bukti pelanggaran yang dilakukan. Lurahnya kami panggil dan mengikuti sidang kode etik itu,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Baca Juga :

Diakui Apendi, ada dua sanksi yang dijatuhkan kepada Lurah Benda Baru itu. Yakni pemotongan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat. Kata dia, sanksi hukuman sedang terhadap Saidun mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2014 tentang Disiplin ASN.

”Itu yang diatur sama PP tentang disiplin ASN. Sampai sekarang Saidun masih menjabat lurah, sanksinya dijatuhkan saat ASN masih menjabat. Rapatnya udah, tinggal SK saja yang belum diberikan,” paparnya.

Menurutnya juga, pemberian sanksi sedang kepada Saidun ini karena semua proses hukum yang dilakukan lembaga penegak hukum telah diikuti. Bahkan, ASN itu juga mengakui perbuatannya dan bersedia meminta maaf secara terbuka ke pihak sekolah.

”Sudah berani mengakui kesalahannya itu makanya sanksi ini diberikan. Kan masih ada toleransi dengan ini. Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Apendi lagi.

Terkait tidak dicopotnya Saidun dari jabatannya, Apendi beralasan, pelayanan yang diberikan ke masyarakat sangat memuaskan. Artinya, selama menjabat Lurah Benda Baru itu tidak pernah meninggalkan pelayanan yang dibutuhkan warga Benda Baru.

Apalagi Saidun kerap membantu warganya yang membutuhkan pelayanan. ”Kinerjanya sangat baik di masyarakat, makanya tidak dicopot. Ini hanya kesalahan sedikit dan masih bisa diperbaiki. Warga justru sangat puas dengan kepemimpinan Saidun,” paparnya.

Sebelumnya, masyarakat kejutkan oleh ulah Lurah Benda Baru, Saidun yang ngamuk di SMA Negeri 3 Tangsel. Kasus perbuatan tidak menyenangkan dan perusakan terjadi di ruangan kerja kepala SMA Negeri 3 Tangsel itu terjadi karena dua siswa titipan Saidun tak diterima pihak sekolah negeri tersebut.

Merasa tak dihargai sang ASN ini mengamuk hingga kaki kirinya menyepak kaleng biskuit dan tumpukan gelar air mineral yang ada di atas meja. Aksi tidak patut itu terekam kamera pengintai atau CCTV dan disaksikan beberapa guru.

Pihak sekolah pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Pamulang. Tak berapa lama sang lurah pun dijadikan tersangka oleh kepolisian berdasarkan alat bukti yang ditemukan. Namun, kasus tersebut dihentikan kepolisian karena kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menuturkan, seharusnya Pemkot Tangsel mencopot Saidun dari jabatannya sebagai Lurah Benda Baru. Alasannya, keberadaan Saidun itu akan membuat masyarakat takut untuk menyampaikan keluhan. Apalagi sikap tempramen sang lurah akan dapat terulang kembal.

”Sanksinya sudah benar, tetapi harusnya dimutasi lah. Pasti kalau ada warga yang mengeluh, lurahnya pasti mengamuk. Tidak elok sanksi diberikan namun masih menjabat,” tuturnya. (cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.