Masa Krisis Penularan hanya Tiga Bulan, Luhut: Vaksin COVID-19 Tiba Desember  

indopos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, masa krisis penularan virus jenis baru COVID-19 ini akan berlanjut hingga tiga bulan mendatang atau Desember 2020 nanti.  

 ”Hingga Desember 2020 nanti, kita harus menjaga satu sama lain, dan harus kita upayakan jangan sampai ada outbreak (wabah),” kata Luhut yang juga Wakil Ketua I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (18/09/20) lalu.

Baca Juga :

Vaksin COVID-19 Harus Aman bagi Manusia

 Luhut mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan negara Uni Emirat Arab untuk mendapatkan vaksin sebanyak 20 juta. Rencananya vaksin tersebut akan mulai didistribusikan pada  Desember 2020 mendatang.

 ”Kami sudah mendapatkan 20 juta (vaksin) dari Uni Emirat Arab dan akan mulai didistribusikan pada  Desember. Kami ingin tambahkan 10 juta. Jadi 30 juta maka akan cukup,” kata Luhut.

Namun, untuk vaksin tahap pertama yang tiba di Indonesia, diprioritaskan kepada tenaga kesehatan untuk menerima injeksi vaksin lantaran sudah banyak tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terjangkit virus COVID-19.

Ia menilai, kalau pada Januari 2021 Indonesia sudah melakukan vaksinasi terhadap penduduk, maka diharapkan penularan COVID-19 di Indonesia sudah mulai dapat dikendalikan.

Baca Juga :

”Prioritas utama kami saat ini adalah petugas kesehatan. Ketika vaksin telah berhasil didapatkan, maka kita akan melakukan injeksi kepada seluruh petugas kesehatan di Indonesia. Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Selebihnya vaksin akan diberikan kepada (penduduk) di Pulau Jawa dan Bali sebagai sumber penularan COVID-19 tertinggi saat ini,” ujar Luhut.

Terkait kerjasama pengadaan vaksin dengan negara Republik Rakyat China (RRC), Luhut mengatakan pemerintah sedang mengupayakan 390 juta dosis vaksin dari RRC. Selain itu, menurut Luhut, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN sedang mematangkan kerja sama terkait pengadaan vaksin dari Korea Selatan dan Australia. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.