Pengamat Sebut Kebakaran Gedung Kejagung Serangan ke Negara

indopos.co.id – Sejumlah pihak semakin kuat mencurigai kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu ada unsur kesengajaan dengan motif tertentu. Lembaga kajian politik dan pemerintahan, Nagara Institute menilai kebakaran tersebut merupakan serangan langsung terhadap negara dan kedaulatan Indonesia.

 

Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faisal, mengatakan indikasi ini terlihat dari hasil penyelidikan tim gabungan Polri. Untuk itu pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah serius dan keras dengan menginstruksikan Polri sesegera mungkin mengungkap motif pembakaran gedung Kejaksaan.

 

Akbar menyebut dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran itu adalah ancaman langsung terhadap kredibilitas pemerintahan yang sah. ”Nagara Institute juga mendesak DPR RI melakukan langkah-langkah politik menghadapi skandal ini dengan membentuk panitia khusus (pansus) sebagai bagian dari fungsi pengawasan,” ujar Akbar, di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

 

Dikatakan, penyelidikan Bareskrim Polri menemukan kebakaran gedung Kejaksaan Agung berasal dari sumber api terbuka. Simpulan ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap 131 saksi dan temuan sebuah jerigen. Dianggap memenuhi unsur pidana, Bareskrim pun menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

 

”Nagara Institute memandang hasil penyelidikan Bareskrim Mabes Polri telah cukup untuk menjadi dasar bahwa kebakaran kantor pusat Kejaksaan Republik Indonesia yang termasuk dalam obyek vital negara adalah serangan langsung terhadap negara dan kedaulatan RI,” ujar Akbar.

 

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, bahwa tim gabungan

Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, telah menggelar gelar perkara dan sepakat kasus kebakaran gedung Kejagung itu perkaranya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

 

“Seluruh peserta gelar perkara sepakat untuk menaikan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti dan menemukan tersangka,”   kata Argo dalam keterangan tertulis diterima Indopos, Sabtu (19/9/2020).

 

Menurut jenderal bintang dua ini, rencananya pemeriksaan akan dimulai Senin 21 September 2020 mendatang secara maraton dengan memanggil 12 saksi. Argo menegaskan, 12 saksi tersebut merupakan bagian dari 131 saksi yang telah diperiksa sebelumnya.  12 saksi yang mau dipanggil adalah mereka yang mengetahui pasti peristiwa kebakaran. Karena sudah naik penyidikan maka saksi yang kemarin diperiksa lagi dengan panggilan resmi,” tandas Argo. (dni/gin)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.