Cegah Gunakan KTA untuk Keperluan, Berikut Ini Agar Anda Terhindar dari Masalah Keuangan

indopos.co.id – Pada zaman sekarang, segala sesuatu harus diraih dengan perjuangan untuk mencapai taraf hidup yang layak. Perlu putar otak dan kerja lebih keras agar kebutuhan hidup layak tersebut terpenuhi. Banyaknya godaan mengikuti gaya hidup modern sering kali menjadikan kondisi keuangan lebih besar pasak daripada tiang. Salah satu cara paling tepat untuk mengatasinya tentu saja dengan cara mengajukan pinjaman baik pada lembaga perbankan maupun lembaga non-perbankan.

Diantara sekian banyaknya produk pinjaman salah satu yang paling banyak dipilih oleh calon nasabah untuk mengatasi kebutuhan dana darurat yakni pinjaman kredit tanpa agunan.

Baca Juga :

KTA dipilih lantaran proses pencairannya yang cepat dan syarat pengajuan pinjamannya yang terbilang sederhana pun ditambah dengan tanpa mewajibkan nasabah mengagunkan dokumen berharga. Dengan menawarkan berbagai kelebihan tersebut justru banyak calon nasabah yang mengalokasikan dana KTA untuk kebutuhan yang tak semestinya.

Apalagi sekarang ini sudah banyak muncul layanan KTA tanpa kartu kredit yang semakin mempermudah mendapatkan dana cepat.

Oleh karenanya artikel Kita kali ini akan membahas beberapa jenis kebutuhan yang sebisa mungkin jangan menggunakan KTA. Berikut ulasan selengkapnya :

1. Menggunakan KTA untuk bayar DP

Baca Juga :

Kemajuan dunia keuangan membuat semua hal dapat dibeli dengan cara mencicil, mulai dari rumah, kendaraan hingga gadget sekalipun. Untuk beberapa barang yang harganya terbilang mahal, biasanya pihak penjual akan memberlakukan sistem Down Payment atau DP.

Namun beberapa orang seringkali tak memiliki dana untuk membayar DP atau uang mukanya. Salahnya justru mereka mengajukan KTA untuk membayar DP pembelian kendaraan dengan alasan dapat dicicil. Padahal jika Anda melakukan hal ini yang terjadi justru cicilan akan bertambah dua kali lipat.

Seperti Kita ketahui setelah Anda membayar DP tentunya akan ada cicilan baru yang akan diberlakukan oleh penjual melalui leasing atau lembaga pembiayaan. Misal, DP rumah yang Anda ambil adalah sebesar Rp 50 juta, itu artinya Anda memiliki hutang Rp 50 juta hanya untuk DP aja, diluar hutang pokok yang berjalan dan bunga KTA itu sendiri. Belum lagi seperti Kita ketahui untuk tenor cicilan pembelian rumah sendiri bisa mencapai 10 hingga 15 tahun.

2. Membeli barang yang sifatnya konsumtif

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan debitur saat mengalokasikan dana pinjaman KTA nya adalah membeli barang yang sifatnya konsumtif seperti membeli gadget terbaru, membeli pakaian, hingga membeli kendaraan.

Secara logika, membeli barang yang sifatnya konsumtif saja tidak dibenarkan, terlebih jika Anda membayarnya dengan menggunakan KTA. Tentunya kesalahan yang cukup fatal jika sudah terlanjur dilakukan.

Oleh karenanya sebisa mungkin hindari mengajukan KTA untuk membeli barang-barang yang sifatnya konsumtif. Selain akan dihadapkan dengan bunga, nyatanya Anda juga akan dihadapkan pada risiko gagal membayar cicilan. Jika sudah seperti ini yang terjadi justru keuangan akan terganggu dan saat akan mengajukan pinjaman kembali yang terjadi bisa dipersulit.

Namun demikian, saat Anda hendak membeli barang, lihat kembali apakah barang tersebut untuk keperluan mendukung investasi seperti operasional usaha atau justru untuk bersenang-senang saja. Jika membeli barang untuk keperluan mendukung usaha seperti kendaraan operasional tentunya Anda harus memperhitungkannya kembali, apakah bersifat urgent, dan seberapa lama pengembalian dana tersebut.

3. Biaya tambahan pernikahan

Memiliki pernikahan impian yang megah,dan meriah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Namun untuk bisa merealisasikannya tentunya Kita membutuhkan dana yang tidak sedikit. Banyak sekali hal yang harus disiapkan, mulai dari catering, venue acara, hotel untuk menginap, hingga souvenir dan undangan yang meskipun terbilang murah dalam harga satuan namun menjadi besar saat diakumulasikan sesuai dengan tamu undangan Kita.

Di Indonesia sendiri pernikahan yang meriah tentunya tak luput dari keterlibatan keluarga besar dari kedua mempelai. Jika sudah seperti ini tentunya biaya yang keluar semakin membengkak. Salah satu cara mengatasinya bisa jadi dengan mengajukan pinjaman sepert KTA. Namun yang lantas menjadi pertanyaan adalah apakah Kita akan mengajukan pinjaman untuk sesuatu yang hanya berlangsung beberapa jam saja? Belum lagi cicilan pinjamannya yang mencapai hitungan bulanan.

Mengingat kebutuhan setelah menikah tentunya lebih besar dibandingkan kebutuhan saat menikah itu sendiri. Mulai dari kebutuhan sandang, pangan, papan, biaya kehamilan, pendidikan anak, hingga yang terpenting adalah biaya hidup sehari-hari yang semakin membesar lantaran kebutuhan hidup bukan lagi untuk sendiri.. Oleh karenanya mengajukan KTA untuk kebutuhan pernikahan bukanlah pilihan yang bijak.

4. Liburan

Kebutuhan berikutnya yang harus Anda hindari membayar dengan menggunakan KTA adalah biaya liburan. Kita semua tentu tahu pengeluaran untuk liburan bersifat konsumtif, terkecuali jika melakukan perjalanan sekaligus untuk urusan bisnis.

Namun yang menjadi permasalahan Kita sering kali ditawarkan oleh pihak kreditur untuk mengambil KTA untuk kebutuhan liburan. Sebisa mungkin tolak hal tersebut lantaran pengeluaran untuk liburan sama sekali tidak memberikan return bagi Anda di kemudian hari.

Belum lagi besaran cicilan tagihan akan menghantui Anda termasuk dengan bunga pinjaman yang relatif besar dibandingkan pinjaman lain yang dikeluarkan oleh lembaga perbankan. Oleh karenanya hindari penggunaan KTA untuk semua yang berbau liburan seperti membeli tiket, membayar hotel, hingga memenuhi minimum tabungan untuk persyaratan pengajuan Visa perjalanan.

Alokasikan Dana untuk Kepentingan Produktif

Demikianlah beberapa pengeluaran yang harus Anda perhatikan saat sedang mempertimbangkan membayar dengan menggunakan dana KTA. Pastikan kembali dana tersebut dialokasikan untuk keperluan yang sifatnya produktif, seperti membuka usaha, membayar biaya pendidikan dan lain sebagainya.

Perlu Anda ingat kembali besaran bunga pinjaman KTA tidaklah kecil, jika alokasinya untuk keperluan yang bersifat konsumtif, tentunya akan menambah beban pengeluaran dikemudian hari saat Anda sudah mulai mencicil tagihannya. Semoga berguna! (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.