Pasukan Orange di Bukit Duri Rapatkan Barisan

indopos.co.id – Di masa pandemi COVID-19 tak hanya kalangan atas, penyakit menular itu juga menimpa masyarakat di level bawah. Seperti halnya 9 PPSU dari Kelurahan Bukit Duri, Tebet, menjadi korban. Demi kemanusiaan, rasa solidaritas pasukan orange pun muncul.

Mereka merapatkan barisan untuk rekan mereka yang kini dirawat di Wisma Atlet Jakarta Pusat. Upaya nyata adalah mengirimkan ransum untuk para PPSU itu.

Baca Juga :

Hari Ini, Ribuan Pasien Corona di DKI Sembuh

Lurah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Ahmad Syarif menuturkan, ransum yang diberikan berupa air mineral, susu dan makanan ringan. Uang yang dikumpulkan disebutnya patungan dari semua pekerja.

“Bantuan itu dari PPSU, LMK, RW, PNS Kelurahan dan staf. Mereka ikut saweran juga untuk membantu PPSU yang dirawat di Wisma Atlet. Yang pasti kita beliin air, susu sama beliin makanan buat mereka iseng disana. Kaya biskuit kan bisa buat cemilan,” tutur Ahmad terharu, Senin (21/9/2020).

Baca Juga :

PSBB di Jakarta Bisa-bisa Diperketat Lagi

Ahmad menambahkan, uang dari bantuan itu disisihkan untuk diberikan kepada keluarga yang kini menunggu di rumah. Sebab, mereka keluarga di rumah berharap kabar baik datang, pihak keluarga juga menguatkan satu sama lain.

“Meski keluarga mendapatkan natura dari Dinsos tapi kan alangkah baiknya bantuan yang lain dikasih juga. Mereka kan perlu ini perlu itu. Suaminya kan lagi di wisma, kalau dikasih sama suaminya. Nah kalo enggak kan gitu,” sambung Ahmad.

Baca Juga :

Kasus COVID-19 Turun, Anies Lepas Rem Darurat

Bantuan tersebut, katanya, merupakan inisiatif yang diambil pihak kelurahan untuk membantu sesama. Terlebih bantuan uang tunai juga diberikan oleh RW 12 dan 01 kepada PPSU. Ahmad berpesan agar pemberian uang diatur dan transparan.

Tercatat ada 48 PPSU yang bekerja di Kelurahan Bukit Duri. Kini tinggal 39 pasukan oranye yang setiap hari berjibaku di lingkungan warga.

“Jadi 9 orang dirawat di Wisma Atlet sejak Selasa 15 September 2020, setelah di swab di Kelurahan itu pada 10 September 2020 lalu. Kita ingin mereka sembuh, bekerja dan kembali ke keluarga seperti semula,” tutup Ahmad. (ibl)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.