Alexa Metrics

Bulutangkis Semakin Seru Bila Corona Berlalu, Turnamennya Bertumpuk-tumpuk

Bulutangkis Semakin Seru Bila Corona Berlalu, Turnamennya Bertumpuk-tumpuk (Foto: badmintonindonesia.org)

indopos.co.id – Pebulutangkis Indonesia ganda campuran nomor satu Indonesia, Melati Daeva Oktavianti, memprediksi persaingan di bulutangkis bakal semakin ketat pasca-pandemi. Melati menyebut hal itu disebabkan kompetisi yang membeludak.

Sejumlah turnamen pada 2020 mengalami penundaan akibat pandemi virus corona. Sebut saja Olimpiade serta terbaru Thomas dan Uber Cup 2020.

Kondisi tersebut membuat berbagai kompetisi kemungkinan ditunda hingga 2021. Alhasil, agenda turnamen untuk tahun tersebut pun semakin padat.

Apalagi sudah ada agenda Piala Sudirman serta SEA Games di Vietnam. Alhasil, Melati pun menilai pandemi virus corona mengacaukan rencana kompetisi.

“Kami semua tidak tahu kalau pada tahun ini akan ada pandemi virus corona. Jadi, benar-benar kacau. Apalagi banyak turnamen diundur,” ujar Melati di Jakarta, Minggu (20/9).

“Menurut saya, tahun depan pasti membeludak turnamennya. Apalagi bisa situasi sudah kembali normal atau tidak ada pandemi. Saya tidak tahu akan seperti apa.”

“Jadi, menurut saya pada tahun depan parah Jadwal kompetisinya. Dari segi persaingan juga seperti itu,” lanjut pasangan Praveen Jordan tersebut.

Sebelum turnamen berhenti akibat pandemi virus corona, Melati memenangkan All England. Sementara itu, mereka berstatus juara bertahan Denmark Open.

Melati mengaku sedih tidak bisa mengikuti Denmark Open 2020. Namun, Jelas  Melati tidak masalah ketimbang terpapar virus corona. Indonesia dipastikan tidak akan bermain pada Denmark Open 2020. Keputusan tersebut diambil oleh PBSI setelah mereka juga mundur dari Thomas dan Uber Cup.

Alhasil, Melati yang merupakan juara Denmark Open edisi sebelumnya bersama Praveen Jordan mengalami kerugian. Keduanya bakal kehilangan banyak poin.

Melati pun sedih tidak bisa mempertahankan gelarnya tersebut. Namun, dia mengaku takut tidak bisa pulang ke Indonesia andai terjadi sesuatu.

“Ya sedih (tidak ikut Denmark Open), tetapi bagaimana, itu sudah diperhitungkan. Kami gagal mempertahankan gelar demi keselamatan bersama,” ujar Melati.

“Kami mementingkan kesehatan, apalagi ke Eropa jauh. Belum perjalanan jauh, di pesawat 13 jam tidak akan tahu. Jadi takut sekali dan berfikir ke sana.”

“Kalau,  misalnya, amit-amit ada kenapa-kenapa kan bisa jadi tidak bisa pulang ke Indonesia. Jadi ya mending kami memilih kesehatan,” pungkasnya. (bam)



Apa Pendapatmu?