Hore! Iuran BPJAMSOSTEK Turun Drastis tapi Manfaat Tidak Berkurang

indopos.co.id – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2020 tentang penyesuaian iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19. Sejak diterbitkan PP 49 Tahun 2020 BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh badan usaha binaannya.

Kegiatan webinar yang berlangsung pada Senin (21/09/2020) diikuti sebanyak 447 pemberi kerja/badan usaha di binaan BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak. Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak Puspitaningsih, mengatakan ada beberapa momentum besar pada masa pandemi COVID-19. Yang pertama adalah, transformasi pelayanan menjadi tanpa kontak fisik antara customer service dan peserta bertemu melalui layar. ”Kemudian bantuan subsidi upah bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta, dan terbitnya PP nomor 49 tahun 2020 tentang relaksasi iuran BPJAMSOSTEK di masa pandemi. Momentum besar ini tentunya memberikan banyak keuntungan bagi pemberi kerja dan pekerja di seluruh Indonesia,” ungkap Wetty, panggilan akrab Puspitaningsih.

Pihaknya menjelaskan terbitnya PP 49 tahun 2020 PP yang ditandatangani Presiden Jokowi ini mengatur relaksasi iuran enam bulan yaitu muali Agustus 2020 sampai dengan Januari 2021 kelonggaran batas waktu pembayaran, keringanan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 99 persen atau cukup bayar satu persen.

Selanjutnya, keringanan penundaan pembayaran sebagian iuran Jaminan Pensiun (JP) hingga 99 persen yang kemudian dapat dibayar bertahap atau sekaligus paling lambat mulai Mei 2021 sampai dengan April 2022, serta keringanan denda menjadi 0,5 persen. ”Dengan terbitnya kebijakan ini tentunya kami BPJAMSOSTEK tidak menurunkan manfaat yang diterima oleh peserta, artinya iurannya turun tetap manfaat yang diterima peserta tetap sama,” jelas Wetty.

Baca Juga :

Menurutnya, momen tersebut merupakan hal yang baik untuk mendaftar menjai peserta BPJAMSOSTEK. Iurannya menjadi sangat terjangkau, khususnya pekerja pada sektor informal atau bukan penerima upah. ”Karena hanya dengan 34 ribu rupiah peserta sudah mendapatkan perlindungan selama enam bulan. Melalui relaksasi iuran ini pihaknya mendorong peningkatan kepesertaan, kepatuhan pembayaran iuran, dan tertib administrasi kepesertaan karena dengan iuran yang terjangkau tetapi manfaat yang didapatkan sangat lengkap,” cetus Wetty.(dni/mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.