Pandemi COVID-19, Saham Perusahaan Kerupuk yang Terkuat

indopos.co.id – Ada sejumlah fenomena menarik di balik dampak ekonomi COVID-19. Ketika banyak raksasa korporasi dengan usaha yang spektakuler bergelimpangan, namun justru sejumlah sektor usaha-usaha yang kurang popular justru di luar dugaan memiliki performa kinerja yang tangguh. Salah satunya adalah usaha di sektor kebutuhan primer dan sekundar.
Baca Juga :

Menggoreng Bentjok

Saham dari emiten barang konsumsi (consumer goods) kerap kali dinyatakan sebagai saham defensif atau tahan banting. Kata defensif menjadi julukan tersendiri bagi mereka lantaran bisnis dari emiten ini bergerak di bidang kebutuhan primer dan sekunder masyarakat.
Kinerja Indeks Sektor Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang sempat mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah pandemi Corona. Namun memasuki September 2020, kinerja indeks barang konsumsi justru kalah saing dengan IHSG.
Baca Juga :
Riset Lifepal.co.id pada Selasa (22/9/2020) menunjukkan  tujuh emiten makanan dan minuman yang kinerjanya sanggup mengalahkan pasar di awal September 2020. Dalam riset ini, Lifepal memilih emiten-emiten makanan dan minuman yang sudah melantai di BEI selama 10 tahun atau lebih. Riset ini juga mengukur bagaimana performa dari emiten-emiten tersebut selama tujuh tahun.
Siapa saja emiten makanan dan minuman yang sanggup mengalahkan pasar? Apakah saham mereka layak dibeli untuk diversifikasi investasi? Mari simak ulasannya. Saham dari PT Sekar Laut Tbk (SKLT) menjadi saham dengan performa terkuat sejak 1 September 2013 hingga 21 September 2020. Untuk diketahui, SKLT adalah produsen krupuk udang dengan merek FINNA. Emiten ini juga memproduksi sambal, bumbu masakan, hingga saos.
Bisa dikatakan bahwa, capital gain dari SKLT mencapai 594,44 persen dalam jangka waktu 1 September 2013 hingga 21 September 2020. Pada kuartal I 2020 SKLT sanggup membukukan kenaikan laba bersih 33,01 persen (yoy). Sementara itu, pendapatan neto mereka pun naik 6,98 persen di kuartal II.
Namun, seperti yang tercantum di laporan keuangan semester I 2020 SKLT, laba bersih SKLT justru turun 19,5 persen dari semester I di periode sebelumnya. Namun pendapatan neto mereka di semester II 2020 naik 4,71 persen.
Saham dari PT Sekar Laut Tbk (SKLT) menjadi saham dengan performa terkuat sejak 1 September 2013 hingga 21 September 2020. Untuk diketahui, SKLT adalah produsen krupuk udang dengan merek FINNA. Emiten ini juga memproduksi sambal, bumbu masakan, hingga saos.
Bisa dikatakan bahwa, capital gain dari SKLT mencapai 594,44 persen dalam jangka waktu 1 September 2013 hingga 21 September 2020. Pada kuartal I 2020 SKLT sanggup membukukan kenaikan laba bersih 33,01 persen (yoy). Sementara itu, pendapatan neto mereka pun naik 6,98 persen di kuartal II. Namun, seperti yang tercantum di laporan keuangan semester I 2020 SKLT, laba bersih SKLT justru turun 19,5 persen dari semester I di periode sebelumnya. Namun pendapatan neto mereka di semester II 2020 naik 4,71 persen.
Saham makanan dan minuman terbaik kedua adalah produsen Mie Gemez
Saham dari produsen kudapan Twistko, Go Potato, Kopi Maestro dan Mie Gemez yaitu PT Siantar Top Tbk (STTP), menjadi saham makanan dan minuman terbaik kedua yang kinerjanya sanggup mengalahkan pasar.
Bisa dikatakan bahwa, terhitung sejak 1 September 2013 hingga 21 September 2020, capital gain dari STTP mencapai 347,02 persen. Bicara soal fundamental, laba bersih STTP naik 12 persen dari semester I 2019 ke semester I 2020 yaitu dari Rp 248,8 miliar menjadi Rp 278 miliar. Penjualan PT Siantar Top Tbk sendiri di periode yang sama mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen dari Rp 1,65 triliun di semester I 2019 jadi Rp 1,8 triliun di semester I 2020.(dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.