Begini Cara Cegah Kakek Nenek dari Kepikunan

indopos.co.id – Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk ikut peduli terhadap demensia atau penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Dirinya juga mengajak masyarakat menyiapkan diri menjadi generasi senior yang sehat, aktif, produktif, mandiri, dan memiliki hidup bermakna melalui karya untuk Indonesia.

”Bagai anak-anak muda untuk mencegah orang tua atau kakek nenek kita dari kepikunan dengan membangun hubungan yang berkualitas dengan mereka. Ciptakan aktivitas bermakna, maksimalkan waktu yang ada demi kehidupan lansia yang bebas dari rasa terisolasi dan kesepian akibat kurangnya hubungan dalam keluarga,” ungkap Terawan yang mewakili Presiden RI Joko Widodo dalam sebuah webinar untuk memperingati bulan Alzheimer sedunia ke-9, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga :

Terawan mengapresiasi Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) yang konsisten membangun rasa kepedulian masyarakat terhadap ODD (Orang Dengan Demensia) dan keluarga.

”Masyarakat memerlukan organisasi seperti Yayasan Alzheimer Indonesia yang terus mengingatkan kita akan bahaya penyakit demensia Alzheimer dan berhenti memakluminya. Cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh keluarga dan ODD pada kegiatan sehari-hari, namun pendampingan dari para caregivers inilah yang patut kita dukung dalam merawat kesehatan pasien,” ucapnya.

Baca Juga :

Cegah Alzheimer dengan Baca Alquran

Dikatakan, dukungan terhadap ODD dan caregivers, menjadi salah satu kunci penting dalam pendampingan terhadap pasien dan keluarga. ODD dan caregivers umumnya memiliki kegiatan rutin untuk dalam proses perawatan dan pendampingan mereka. Pada masa pandemi ini, keluarga caregivers juga harus lebih kreatif dalam menyiasati batasan-batasan yang ada dan sekaligus menciptakan lingkungan yang positif bagi ODD.

Seorang perwakilan keluarga caregiver, Pao, bercerita mengenai perjalanannya menjadi caregiver bagi ibunya yang merupakan ODD serta suka-dukanya merawat di tengah pandemi. Ia berusaha untuk melakukan berbagai penyesuaian agar orang tuanya bisa tetap berkegiatan sambil memastikan keadaan di rumah tetap mendukung dalam perawatan orang tuanya.

Baca Juga :

”Selain berusaha untuk tetap kreatif dalam memberikan kegiatan pada orang tua, saya juga melakukan penyesuaian diri sendiri. Kesehatan tubuh dan mental diri juga menjadi poin penting bagi para caregivers selama merawat pasien di rumah karena ini dapat mempengaruhi energi dan interaksi kita dengan pasien selama di rumah,” ujar Pao.

Pernyataan Pao juga didukung oleh narasumber lain yang hadir pada webinar ini. Pekerja Seni Widyawati menyampaikan pentingnya untuk selalu bersyukur atas kesempatan merawat ODD dan menjadi keluarga caregivers. Kesempatan ini, selain memberikan banyak pengalaman, mengajarkan ketulusan dan kesabaran diri.

Hal yang sama serupa disampaikan oleh Penulis Naskah dan Sutradara Film Gina S. Noer yang saat ini tengah membuat film bertema demensia Alzheimer. Ia mengatakan bahwa penting bagi keluarga untuk mengenali gejala-gejala awal, bukan malah meninggalkan atau merasa emosi dengan perubahan sikap ODD. Gina juga menyarankan keluarga untuk rajin melakukan sebanyak-banyak riset mengenai penyakit demensia.

Demensia Alzheimer dapat diawali dengan gejala gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambilan keputusan seseorang atau biasa disebut pikun. Kondisi ini harus diwaspadai karena lambat laun dapat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang, di mana dampak utamanya akan dirasakan langsung oleh keluarga.(dni)

 

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.