Wow! Kasus COVID-19 di Atas 4 Ribu Lagi

indopos.co.id – Entah sampai kapan kurva COVID-19 mencapai puncaknya. Pada Senin kemarin saja, kasus baru konfirmasi positif kembali di atas 4 ribu orang per hari, tepatnya 4.176 kasus, sehingga total menjadi 248.852 kasus. Presiden Joko Widodo perlu mengevaluasi secara menyeluruh. Bila perlu mengambil alih dan memimpin langsung penanganan Virus Corona.

Sementara kasus sembuh yang pada Jumat (18/9) telah mampu melampaui jumlah kasus positif per harinya yaitu sebanyak 4.088 pasien sembuh, kini kembali menurun di bawah kasus positif per hari. Selain itu jumlah kasus kematian COVID-19 per hari juga perlahan-lahan meningkat dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Baca Juga :

Pulau Karimunjawa Masih Nihil Kasus COVID-19

Jumlah tersebut didapatkan dari spesimen yang diperiksa per Senin (21/9) sebanyak 27.525 spesimen dengan total 2.950.173 spesimen yang telah diperiksa. Selain itu Satgas Penanganan COVID-19 juga mencatat sebanyak 108.880 orang sebagai suspek. Jumlah kasus baru positif COVID-19 yang meningkat tidak dibarengi peningkatan jumlah tes. Bahkan jumlah tes menurun dibandingkan pemeriksaan spesimen pada Jumat (18/9) yang berjumlah 44.428 spesimen yang diperiksa.

Sementara itu, kasus baru akibat paparan  COVID-19 di Jakarta pada Senin (21/9) sebanyak 1.310 kasus dari hasil tiga hari uji usap (swab test) periode 18-20 September. Dengan angka tersebut, jumlah total kasus akibat paparan virus Novel Corona jenis baru ini adalah 64.196 kasus. Ini bertambah sangat signifikan dari sebelumnya sejumlah 62.886 kasus.

Baca Juga :

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, pertambahan sebanyak 1.310 kasus ini, lebih tinggi dibanding pada Minggu (20/9) sebanyak 1.079 kasus, pada Sabtu (19/9) sebanyak 932 kasus, pada Kamis (17/9) sebanyak 1.014 kasus, pada Selasa (15/9) sebanyak 1.027 kasus, dan pada Senin (14/9) sebanyak 1.062 kasus.

Akan tetapi, lebih rendah dibanding pertambahan pada Jumat (18/9) sebanyak 1.403 kasus, pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak.

Baca Juga :

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Adapun jumlah kasus positif yang dilaporkan pada Senin ini, 1.012 kasus ditemukan pada uji swab Minggu (20/9), sementara 298 kasus lainnya adalah akumulasi temuan kasus hasil pengujian pada 18 September dan 19 September yang baru dilaporkan Senin ini.

Untuk pengujian PCR pada Minggu (20/9), dilakukan tes pada 6.816 spesimen yang di dalamnya ada 5.451 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 1.012 kasus positif dan 4.439 kasus negatif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Senin, menerangkan bahwa sampai dengan 20 September 2020, sudah ada 1.147.586 spesimen (sebelumnya 1.132.567 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

’’Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 78.231. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 61.694,’’ ujar Dwi.

Dwi menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat Virus Corona jenis baru (COVID-19) itu di Jakarta saat ini sebanyak 12.974 orang (bertambah 858 dari sebelumnya 12.116 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Senin ini, sebanyak 64.196 kasus, ada 49.630 orang dinyatakan telah sembuh (bertambah 421 dibanding hari sebelumnya 49.209 orang), sedangkan 1.592 orang (bertambah 31 dibanding sebelumnya 1.561) meninggal dunia. Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 77,3 persen (sebelumnya 78,3 persen) dan tingkat kematian 2,5 persen (sama seperti sebelumnya).

Untuk “positivity rate” atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan Senin ini, sebesar 12,8 persen (sebelumnya 13,2 persen), sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,7 persen (sebelumnya 7,6 persen). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.

Pada penerapan kembali PSBB ketat Jakarta jilid II, Pemprov DKI Jakarta menyarankan bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan.

Dwi menyebutkan hal yang perlu diingat masyarakat untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip dalam berkegiatan sehari-hari yakni tetap tinggal di rumah bila tak ada keperluan mendesak; menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin.

Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta mengingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

 

72 Persen Pasien Sembuh

Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh di Indonesia sejak Maret 2020 sampai saat ini mencapai 180.000 orang atau lebih dari 72 persen pasien COVID-19 sembuh.

’’Sementara untuk hari ini, jumlah pasien sembuh bertambah 3.470 orang,’’ kata Reisa Broto Asmoro dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, jumlah pasien sembuh dari COVID-19 menunjukkan angka yang semakin baik. Bahkan pekan lalu disebutnya ada perkembangan yang baik dalam penanganan COVID-19.

Jumlah kesembuhan dalam satu hari, kata dia, pernah mencapai lebih dari 4.000 pasien.

’’Total jumlah pasien sembuh sejak Maret 2020 hingga saat ini, sudah lebih dari 180 ribu orang, atau lebih dari 72 persen pasien positif COVID-19 di Indonesia sembuh,’’ katanya.

Kemudian untuk jumlah kasus selesai isolasi COVID-19 di pekan ketiga September 2020 tercatat meningkat dibanding pekan sebelumnya.

’’Ini berarti terapi yang diterapkan tenaga medis di Indonesia efektif, mulai pemberian obat untuk menekan infeksi virus di tubuh pasien, mempercepat penyembuhan, mengurangi risiko kematian, termasuk juga menguatkan imunitas tubuh pasien, baik melalui kombinasi obat yang optimal, maupun asupan gizi seimbang,’’ katanya.

Reisa menyatakan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada para tenaga medis baik dokter, perawat, tenaga laboratorium, ahli farmasi, ahli gizi, serta semua tenaga kesehatan yang telah bekerja keras di garis depan menangani pasien COVID-19.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta kepada Presiden Joko Widodo mengevaluasi menyeluruh dan bila perlu mengambil alih dan memimpin langsung penanganan COVID-19. (Baca: Hal 2). (nas/cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.