Respons Cerdas Fabinho Bikin Werner Jadi Flop

indopos.co.id – Andreas Christensen diusir keluar lapangan, Kepa Arrizabalaga menyumbangkan kontra-asis untuk gol kedua Sadio Mane,  dan Jorginho gagal mengeksekusi penalti. Maka, lengkaplah sudah nestapa Chelsea saat menjamu Liverpool di Stadion Stamford Bridge, Minggu (20/9). Tidak hanya kalah 0-2, tapi malunya ampun-ampun. Investasi sekitar 230 juta pounds untuk menghadirkan orkestrasi impian sang big boss seperti menguap bersama kesalahan-kesalahan individual elementer pemain Chelsea sendiri.

Ada apakah dengan mereka? Secara taktikal, Chelsea memang layak menerima hasil minor. Gol pertama Liverpool, misalnya, merupakan representasi kemistri trio lini depan The Kop. Kerja sama one two antara Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Saudi Mane menunjukkan betapa konsistennya soliditas mereka. Gol kedua merupakan ‘’persembahan’’ Kepa Arrizabalaga kepada sang juara bertahan.

Baca Juga :

Imbangi Liverpool, Everton Pimpin Klasemen

Liverpool memang bermain sangat baik saat bertandang ke Stamford Bridge. Mane, misalnya, luar biasa baik dalam hal dampak maupun upaya. Begitu pula Mohamed Salah. Fabinho masuk ke jantung pertahanan untuk menutup celah yang sesekali terlihat.

Dan Thiago Alcantara menyempurnakan perkenalannya dengan sepak bola domestik Inggris, sebagai pemain pengganti Jordan Henderson. Ia sempat ‘’memberikan’’ penalti kepada Jorginho, tetapi itu semua adalah bagian dari pengalaman. Thiago membuat kreasi lebih banyak umpan dalam 45 menit penampilannya daripada yang dilakukan pemain Chelsea mana pun sepanjang 90 menit.

Baca Juga :

Uang yang dihabiskan Chelsea tidak akan membawa mereka lebih dekat dengan sang juara sampai ia membentengi pertahanan dan penjaga gawangnya dengan figur yang dapat dipercaya. Chelsea kini menunggu Edouard Mendy dari Rennes, Prancis. Kepa menurunkan psikologi kepercayaan rekan-rekannya di semua lini.

Thiago Silva mungkin bisa mengubahnya. Demikian juga dengan Ben Chilwell.  Namun bencana yang diciptakan Kepa Arrizabalaga plus pertahanan yang rentan memaksa Lampard kini harus mendesain ulang konsep bermain lini belakang timnya.

Baca Juga :

Soal Liverpool. Wouw… Acungan jempol untuk Jurgen Klopp yang meramu timnya secara konsisten. Sektor pertahanan yang menjadi titik rawan Liverpool saat laga perdana melawan Leeds United pekan lalu sudah bisa diatasi dengan baik. Kelemahan pekan lalu ditebus. Mantan manajer Borussia Doirtmund itu memercayakan Fabinho untuk digandeng dengan Virgil.

Cara yang  dilakukan Klopp itu sudah pernah dilakukan Pep Guardiola yang menyulap seorang gelandang menjadi bek tengah. Dia melakukannya dengan Javier Mascherano di Barcelona dan Fernandinho di Manchester City. Di situlah, Fabinho mengadang Timo Werner.  Mereka bertemu satu sama lain pada beberapa kesempatan di babak pertama. Fabinho selalu memenangkan pertarungan mereka.

Menurut Sportsmaill, Klopp dan Fabinho sama-sama cerdas. Klop yang mengintroduksi konsep, Fabinho yang menjalankannya di lapangan. Dengan begitu, mereka seperti sama-sama cerdas membaca drama, tahu kapan harus masuk, tahu kapan harus berdiri, dan posisi mereka seringkali paling cerdas di lapangan. Lebih dari itu, posisi penjaga membutuhkan strategi defensif bawaan, seperti yang ditunjukkan Fabinho. Ia bikin Werner mati kutu. (*)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.