PBNU Batal Gelar Muktamar Pada Oktober 2020

indopos.co.id – Terus meroketnya kasus pandemi COVID-19 menjadikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menunda perhelatan Muktamar ke-34 NU. Sedianya mukhtaramar akan digelar di Lampung pada Oktober 2020.

Keputusan tersebut disepakati mulai PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), lembagadan badan otonom dalam Konferensi Besar NU (Konbes NU) 2020, pada Rabu (23/9/2020) yang dilangsungkan secara daring (online).

Baca Juga :

Vaksin Flu

”Menetapkan, pertama, menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang sedianya dilaksanakan di Lampung pada Oktober 2020 menjadi Oktober 2021,” bunyi Keputusan Konbes NU 2020 tentang Pelaksanaan Muktamar ke-34 NU tersebut.

Namun, jika Oktober 2021 tetap tidak dapat dilakukan karena COVID-19 belum terkendali, Konbes NU memutuskan menggelar pelaksanaan Muktamar setelah pandemi terkendali berdasarkan penetapan pemerintah.
”Apabila diktum pertama tidak dapat dilaksanakan, maka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama akan dilaksanakan setelah pandemi COVID-19 terkendali berdasarkan penetapan pemerintah,” lanjut keputusan tersebut.

Konbes NU 2020 juga menghasilkan keputusan terkait masa khidmah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hasil Muktamar ke-33 NU yang berlaku sampai dengan demisioner dalam Muktamar ke-34 NU. Artinya, masa jabatan kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan KH Said Aqil Siroj berlaku sampai pelaksanaan Muktamar ke-34 NU. Keputusan tersebut mulai berlaku pada 23 September 2020. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam keputusan ini akan diatur kemudian.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, menegaskan agenda penundaan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU tersebut merupakan respons atas meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. ”Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah mencapai level mengkhawatirkan. Untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19, pemerintah juga telah merekomendasikan penundaan acara yang berpotensi memunculkan kerumunan massa dalam jumlah besar,” ujar Said Aqil.

Baca Juga :

Dikatakan, kegiatan Konbes NU 2020 diawali dengan pidato iftitah Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang mengutarakan pentingnya merenungi hikmah pandemi COVID-19 yang memilukan. Dalam kesempatan ini, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin juga turut memberikan sambutan dan arahan terkait perkembangan situasi nasional.

Sebelum keputusan Konbes NU 2020 diambil dan disepakati, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini memandu jalannya konferensi. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.