Sandiaga Uno: Kunci Kebangkitan Ekonomi Berada di Tangan Perempuan

indopos.co.id – Di pandemi penyebaran virus corona atau COVID – 19 secara langsung menekan perekonomian bangsa. Menekan sejak status darurat kesehatan diberlakukan pemerintah di tahun 2020 ini.

Status yang diatur dalam Keputusan Presiden tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat pada Selasa (31/3/2020) itu berujung pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh Nusantara.

Imbasnya, laju seluruh sektor perekonomian, khususnya sektor korporasi yang mencakup manufaktur, perdagangan, transportasi hingga pariwisata secara signifikan melambat.

Kondisi tersebut memaksa para pengusaha untuk melakukan efisiensi, di antaranya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawan hingga mengurangi kapasitas produksinya.

Tidak tersedianya pekerjaan dan pendapatan memicu menurunnya daya beli masyarakat yang berdampak negatif terhadap dunia usaha, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam Webminar bertajuk Wanita Kuat Indonesia Hebat’ yang diselenggarakan komunitas Womenpreneurs bersama 12bros pada Kamis (24/9/2020) pukul 19.00 WIB.

Baca Juga :

Acara yang dimoderatori oleh Pendiri Womenpreneurs sekaligus pengusaha perempuan asal Surabaya, Margaret Srijaya itu dibuka Sandi-sapaan Sandiaga Uno dengan paparan mengenai nasib kaum perempuan Indonesia saat ini.

Dipaparkannya, kaum perempuan Indonesia kini masih mengalami diskriminasi, khususnya dari segi pendapatan. Mereka katanya, tidak memiliki upah setara dengan para pria, walaupun diketahui berada pada level yang sama di sebuah perusahaan.

“Perempuan-perempuan Indonesia ternyata tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari segi pendapatan dengan para pria,” ungkap Sandi.

Namun, dibalik ketidakadilan tersebut, Sandi memaparkan kaum perempuan yang sukses mengembangkan usaha justru berkontribusi besar terhadap perekonomian bangsa.

Tercatat, sebanyak 80 persen perempuan Indonesia menguasai sektor UMKM nasional. Sehingga, mereka diyakini Sandi lebih banyak menciptakan lapangan kerja dibandingkan para pria.

“Kenapa UMKM didominasi perempuan? Karena berdasarkan research diketahui usaha yang dibangun dan dikelola oleh kaum perempuan, ibu-ibu, emak-emak itu memiliki tingkat kesuksesan 80 persen dibandingkan usaha milik bapak-bapak,” urai Sandi.

“Jadi usaha-usaha ini yang bertahan dan menggerakkan roda perekonomian kita saat ini,” tambahnya.

Kesuksesan kaum perempuan dalam mengelola usaha itu dibuktikannya lewat program OK OCE yang kini sudah memiliki lebih dari 400.000 orang anggota do seluruh Nusantara.

Dirinya mengamati para ibu yang tergabung dalam OK OCE Indonesia itu lebih berhasil dalam membangun jejaring antara pelaku UMKM dibandingkan pelaku usaha pria.

Sebab diketahui, jejaring tersebut merupakan kunci utama dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

“Lewat jejaring kita bukan cuma bisa pasarkan produk milik sendiri, tapi juga bisa berbagi informasi mengenai tren, pasar juga ajang silaturahmi, itu yang paling penting,” tutur Sandi.

Merujuk potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan, Sandi menegaskan, peran nyata dan strategis perempuan sangat dibutuhkan.

Karena berdasarkan penelitian, lanjutnya, kaum perempuan memiliki adaptasi dan kemampuan bertahan yang lebih besar dibandingkan pria.

“This is the time, di sini dibutuhkan peran perempuan. Lead, pimpinlah dengan apa yang kita punya, yakinlah badai ini akan berlalu, yakinlah kesempatan dan masa depan yang cerah akan kita sambut,” imbuh Sandi.

“Karena kita tahu, dibalik laki-laki yang sukses, pasti ada perempuan yang hebat dan saya sangat percaya itu,” tutupnya. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.