Bilik Suara Khusus bagi Pemilih Bersuhu Tubuh Tinggi

indopos.co.id – Kendati terus mendapat penolakan dari berbagai lembaga dan masyarakat, namun pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang direncanakan digelar 9 Desember mendatang dipastikan terus berjalan.

Meski begitu, ada perbedaan saat proses kampanye dan pencoblosan dari sebelumnya, karena pilkada yang digelar tahun ini terjadi di tengah Pandemi COVID-19. Apalagi, gelaran empat pilkada di Provinsi Banten, ada daerah berstatus zona merah.

Baca Juga :

Komisioner KPU Banten Maksudi mengatakan, tahapan pilkada yang digelar di dua kota dan dua kabupaten di Provinsi Banten harus berjalan tertib, aman dan sehat. Maka, sudah menjadi kewajiban penyelenggara, peserta, dan pemilih, menjalankan protokol kesehatan.

Sebab, selain harus menjamin hak kontitusi warga negara, KPU juga harus menjamin pelaksanaan pilkada berakhir dengan selamat. ”Kami berharap protokol kesehatan dilakukan baik yakni menerapkan 3 M,” terangnya saat dihubungi INDOPOS, Kamis (24/9).

Nantinya, kata dia juga, dalam gelaran tahapan kampanye akan diberlakukan jaga jarak dan juga adanya peringatan untuk sering mencuci tangan. Ia juga menjelaskan, pelaksanaan pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang akan dilakukan tahap protokol kesehatan yang ketat.

Pertama, pemilih akan dicek suhu tubuh, diberikan sarung tangan sekali pakai, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos. Jika ditemukan pemilih memiliki suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius (C), maka KPU akan mengarakannya mencoblos di bilik khusus yang telah disiapkan.

Baca Juga :

”Petugas akan memberlakukan protokol ukur suhu tubuh. Kalau ada pemilih suhu tubuhnya di atas 37,3 C lebih maka diwajibkan mencoblos di bilik suara khusus yang kami buat di TPS,” jelasnya juga.

Karena itu, dia meminta agar pemilih mencari tahu pasangan calon pada pilkada yang akan dipilih. Seperti melihat visi dan misi, latarbelakang kandidat dan lain sebagainya. Tujuannya, agar, pasangan calon yang dipilih sesuai dengan kriteria pilihannya.

”Meskipun pilkada digelar tidak seperti biasa, tapi warga harus mencari tahu pasangan calon yang akan dipilih. Itu wajib,” cetusnya.  Ia juga mengingatkan agar peserta pilkada menjalankan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas politiknya.

”Peserta pemilihan atau parpol agar melaksanakan kampanye seperti aturan yang ada. Tidak boleh berkerumun saat kampanye dari jumlah yang telah ditentukan. Wajib menjalankan protokol kesehatan jika bertemu dengan pemilih,” tukasnya.

Untuk diketahui, empat pilkada akan digelar di Provinsi Banten. Yakni, Pemilihan Bupati (Pilbup) Pandeglang dan Serang. Lalu, Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Cilegon. (yas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.