700 Guru dan Orang Tua di DKI Diajak Berdaya di Era AKB

indopos.co.id – PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bersama lebih dari 700 guru dan orang tua dari sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan untuk mengajak orang tua untuk berdaya di era AKB ini dihadiri para pembicara ahli yang membahas pendidikan gizi serta pembelajaran daring yang kondusif sebagai bagian dari program belajar dari rumah (BDR) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, orang tua memiliki peran sangat penting dalam proses pendidikan anak termasuk dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Hikmah di masa Pandemi COVID-19 ini, kita diajarkan mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif, kreatif dan inovatif,” ujarnya kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga :

Indonesia Gaming Award Kembali Digelar

Menurutnya, inilah saatnya semua komponen pendidikan, orang tua, guru dan siswa berkolaborasi mencoba hal baru, banyak tanya, banyak coba dan banyak karya.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Dewi Prawitasari mengapresiasi partisipasi aktif korporasi dalam meningkatkan kesadaran akan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif.

“BPOM memberikan penghargaan atas kerja sama korporasi sebagaimana inisiatif yang disampaikan FFI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan melalui sosialisasi keamanan pangan kepada anak-anak kita dengan melibatkan komunitas sekolah termasuk guru dan orang tua,” katanya.

Dalam hal ini, kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah sebuah perilaku yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak pendidikan dini. Saat di sekolah, guru adalah role model, kemudoan saat anak-anak pulang, maka orang tua berganti menjadi role model ini.

Diluncurkan pada 2013, hingga saat ini Gernus telah menjangkau 2.520.774 siswa dan 4.886 guru di 4.806 sekolah dasar di Indonesia, dan mengedukasi tentang pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif di lingkungan sekolah dasar serta membiasakan minum susu setiap hari.

Di kesempatan yang sama, pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Sandra Fikawati menekankan pentingnya sikap dan semangat untuk meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi,

“Di tengah krisis kesehatan, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia, kita harus benar-benar menyiapkan literasi gizi anak-anak kita, dimulai dari sekolah dasar,” katanya.

Dengan kebiasaan baru dan diberlakukan program BDR, literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa, tapi juga membutuhkan peran aktif orang tua.

Menyikapi perubahan sosial dari pemberlakuan BDR, FFI juga mengundang pakar edukasi digital Prof. R. Eko Indrajit untuk membantu guru dan orang tua memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

“Peran teknologi informasi dan pemanfaatan media digital dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab tantangan geografis Indonesia,” tutur Eko.

Dengan teknologi digital, guru dan orang tua di seluruh pelosok Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat informasi dan pengetahuan seperti halnya mereka yang tinggal di kota.

Sementara, Corporate Affairs Director PT. Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro kembali menyampaikan komitmen perusahaan untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan gizi di Indonesia.

“Frisian Flag Indonesia akan terus melakukan sosialisasi pendidikan gizi. Gernus adalah salah satu kendaraan kami, dan tahun ini kami sangat senang dapat terlibat program BDR dari Kemendikbud dan mendukung program ‘keamanan pangan’ dari BPOM,” tuturnya.

FFI juga terus-menerus menjalin kerja sama dengan akademisi dan para ahli untuk menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan gizi anak-anak di sekolah.

“Dengan kerja sama yang baik kami sangat optimistis melihat masa depan bangsa Indonesia. Ayo minum susu setiap hari, dan mari kita terapkan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif, di rumah, di sekolah, dan di tengah masyarakat,” serunya.

Andrew juga mengajak masyarakat lebih sadar untuk mengonsumsi susu secara rutin sebagai bagian dari upaya untuk membantu meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebarkan semangat ini di media sosial melalui tagar #selaluminumsusu.

Untuk diketahui, Gernus 2020 menggelar tiga agenda, yakni Konferensi Pers bersama Wartawan Junior (Warior pada Sabtu (19/9/2020) diikuti 45 WARIOR dari 15 sekolah dasar di Jakarta.

Webinar Kesehatan dan Edukasi Digital dengan tema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era AKB’ yang berlangsung Sabtu (26/9/2020) untuk guru dan orang tua dari sekolah dasar di DKI Jakarta dan pada Sabtu (26/10/2020) mendatang untuk guru dan orang tua dari Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung dan Surabaya.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.