Ombudsman Minta Sistem Pengamanan Lapas Dievaluasi

Imbas Kaburnya Napi Vonis Mati Narkoba asal Tiongkok

indopos.co.id – Kaburnya narapidana vonis mati kasus narkoba asal Tiongkok, Cai  Cangphan atau Cai Ji Fan alias Antoni dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Mereka meminta lembaga pemasyarakatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.

Kepala Ombudsman Perwakilan Banten Dedy Irsan mengaku turut prihatin dengan peristiwa tersebut dan berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.

”Lapas harus melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem keamanan, baik dari sisi sarana dan prasarana, serta bangunan (gedung) yang digunakan sebagai tempat hunian bagi warga binaan pemasyarakatan ,” terangnya kepada INDOPOS, Minggu (27/9).

Menurut Dedy juga, Lapas Kelas I Tangerang yang dihuni oleh penjahat kelas kakap itu dibangun pada 1982. ”Bangunan Lapas Klas 1 Tangerang itu belum sesuai SK Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor : M.01.PL. 01.01-2003 tentang pola bangunan pelaksana teknis lembaga pemasyarakatan yakni lantai hunian harus dicor beton,” cetusnya.

Baca Juga :

Karena itu, ujarnya juga, pihaknya menyarankan agar secara rutin dilakukan monitoring dan evaluasi agar keamanan lembaga pemasyarakatan tetap terjaga dengan baik. ”Agar dipastikan kondisi lapas aman dan tidak ada potensi warga binaan melarikan diri,” paparnya lagi.

Dedy juga meminta agar seluruh pihak atau stakeholder terkait tidak hanya bisa saling menyalahkan atas kejadian tersebut, tetapi harus juga ikut membantu memikirkan solusinya.

Baca Juga :

”Harus dilihat persoalan ini secara menyeluruh, proporsional, professional, dan adil. Jangan gara-gara kejadian ini seolah-olah kita menganggap bahwa Lapas Kelas I Tangerang bobrok. Padahal, selama ini sudah cukup baik pelayanannya,” tuturnya.

Sebab, kata Dedy lagi, saat kunjungan Ombudsman Banten ke Lapas Kelas I Tangerang beberapa waktu lalu, kondisi pelayanan publik yang ada di sana sudah cukup baik, yakni untuk lebih dari 15 jenis pelayanan. Selain itu juga, program pelatihan dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan juga berjalan baik dan produktif.

Dedy menyebut, informasi Standar Pelayanan Publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 juga lengkap terpampang dan terpasang. ”Selama 2020, tidak ada laporan terkait Lapas Kelas I Tangerang yang masuk kepada Ombudsman Banten,” cetusnya.

Ia juga menyatakan, Ombudsman Banten mendukung semua upaya upaya yang dilakukan Inspektorat Jenderal Pemasyarakatan melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. ”Jika ada sipir yang terlibat agar dikenakan sanksi sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang narapidana vonis mati bernama Cai Changpan kabur dari Lapas Kelas I Tangerang yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dengan cara membobol tembok kamar mandi, Jumat (17 /9) lalu.

Kaburnya Cai Changpan bukan kali pertama. Ia juga pernah kabur dari Rutan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur pada Januari 2017 namun tak lama polisi berhasil menciduknya.

Cai Changpan merupakan Warga Negara (WN) Tiongkok yang sudah divonis hukuman mati pada 19 Juli 2017 oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang. Vonis hukuman mati dijatuhkan setelah Cai Changpan menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 110 kilogram (kg) di wilayah Banten pada 2016 lalu.

Hukuman mati itu diperkuat lagi melalui putusan di Pengadilan Tinggi (PT) Banten dengan nomor perkara 68/PID/2017/PT.BTN pada 27 September 2017. (yas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.