Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Diminta Kawal Penerapan Protokol Kesehatan

indopos.co.id – Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi August Mellaz mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan pada gelaran Pilkada Serentak 2020, seharusnya tidak dapat ditolerir. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak hanya cukup mencatat di wilayah, jenis dan siapa pasangan calon (Paslon) yang melakukan pelanggaran.

“Tetapi perlu menyampaikan apa saja tindakan yang dilakukan terhadap pelanggar protokol kesehatan,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Lebih lanjut August melihat, relatif kecilnya pelanggaran yang terjadi karena adanya kesadaran dari paslon pilkada untuk menahan diri dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di tahapan pilkada.

“Tentu komitmen dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan oleh paslon diharapkan semakin membaik hingga segala jenis pelanggaran bisa hilang sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga :

Menurut August koordinasi antara otoritas penyelenggara pilkada dengan pemda, aparat keamanan dan otoritas penanganan COVIS-19 relatif dapat mengendalikan kampanye. “Namun juga perlu ditingkatkan agar lebih efektif lagi dalam menjamin pelaksanaan pilkada sehat. Otoritas penyelenggara perlu terus melakukan optimalisasi fungsi dan tanggung jawabnya, sehingga pilkada dapat berjalan berdasarkan harapan yang diinginkan semua pihak,” tuturnya.

August menyatakan, pilkada layak dilanjutkan. Dengan disertai komitmen yang tinggi dari kontestan atau pun penyelenggara pilkada untuk tidak melanggar aturan protokol kesehatan.

“Jika sisi penyelenggara dan paslon sama-sama berkomitmen dalam menjalankan peran dalam pilkada di tengah Pandemi sesuai protokol kesehatan yang ketat, maka bagi saya tidak ada alasan apapun untuk menangguhkan ataupun menunda pelaksanaan pilkada sesuai jadwal yang telah ditentukan,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.