Pemerintah Beri Diskon Paket Wisata hingga 50 Persen

indopos.co.id – Terpuruknya eknomi nasional akibat panedemi COVID-19 membuat pemerintah gencar memberikan stimulasi finansial. Kali ini melalui sektor pariwisata, pemerintah berencana memberikan diskon untuk paket wisata hingga 50 persen.
Rencana pemberian stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan. ”Kegiatan ini menjadi sebuah upaya untuk mengoreksi penanganan pandemi COVID-19 Pemerintah Indonesia selama enam bulan terakhir,” kata Luhut, di Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Baca Juga :
Dikatakan, kini terdapat pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi COVID-19 menjadikan kegiatan konsumsi dan produksi pun berkurang. Perekonomian Indonesia diprediksi menurun menjadi -1,7 persen hingga 0,6 persen pada 2020. Karena itu, menurut Luhut diperlukan sebuah aksi untuk mengembalikan kondisi perekonomian Indonesia.
Baca Juga :

Perhatikan Ventilasi Udara Bioskop

Pemerintah Indonesia pun menyediakan dana stimulus. Salah satunya dengan menggagas program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menangani kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait. ”Indonesia dapat memanfaatkan dana stimulus itu untuk membangun industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan lain agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana Rp895 triliun,” ungkap Luhut.
Selain memfungsikan dana stimulus, pemerintah akan memfokuskan pada pariwisata domestik hingga akhir 2020. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Dalam mengusung kegiatan pariwisata selama COVID-19, pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan agar wisatawan merasa yakin untuk melakukan perjalanan.
Stimulus untuk industri pariwisata direncanakan memperoleh anggaran Rp1 triliun bersamaan dengan pada saat vaksin mulai didistribusikan di Indonesia di bulan Desember 2020. Rencananya pemerintah akan memberikan diskon paket pariwisata 50 persen per Nomor Induk Kependudukan (NIK). Maksimum diskon Rp2,35 juta per NIK. Dengan ini diharapkan terjadi multiplier effect sebanyak 4,58 kali sampai 5,85 kali atau senilai Rp9,34 triliun sampai Rp11,93 triliun.
Luhut melanjutkan, kemungkinan tahun depan dana stimulus masih tetap berlanjut dengan anggaran mencapai Rp500 triliun. Adapun anggaran tersebut digunakan untuk aktivitas produktif seperti pembuatan real estat, pengembangan budi daya tambak udang, dan sebagainya. Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. “Kami berharap pada 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5 persen hingga 5 persen,” katanya.
Pemberian stimulus berupa diskon paket pariwisata ini pun disambut baik asosiasi perusahaan penerbangan Indonesia. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.