Pandemi Berkepanjangan, OJK Ingatkan Pentingnya Investasi Pribadi

indopos.co.id – Dampak Kejadian luar biasa (KLB) COVID-19 memporak-porandakan perekonomian nasional. Kondisi ini menuntut masyarakat memutar otak untuk mempersiapkan finansial di masa mendatang. Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah dana pensiun.
Baca Juga :
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi dana pensiun di masa pandemi terus mengalami peningkatan. Pada Juli 2020 investasi dana pensiun (yoy) tercatat sebanyak Rp282,74 triliun, tumbuh 3,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp278,7 triliun.
”Dari industri keuangan non-bank, investasi dana pensiun meningkat konsisten meski kenaikannya tidak besar. Pola peningkatan ini diharapkan terus berlanjut sampai akhir tahun ini, sehingga bisa menjadi modal yang baik di era new normal,” ungkap Staf Ahli OJK Ryan Kiryanto, di Jakarta Selasa (29/9/2020).
Menurutnya, mayoritas dana pensiun bermain di instrumen investasi fixed income yang lebih aman dan berisiko rendah. Namun portofolio ini diperkirakan tidak bisa mengejar imbal hasil yang diinginkan ketika kondisi membaik. Misalnya, saat kupon obligasi dan nilai saham naik. ”Di sisi lain, tetap konsisten dengan strategi investasi jangka panjang karena liabilitas mereka juga jangka panjang. Jadi tidak perlu khawatir kondisi saat ini, situasi kemungkinan membaik. Artinya tetap mempertahankan portofolio yang lama,” paparnya.
Demi mengejar imbal hasil, investasi di saham dan reksa dana saham memungkinkan. Namun di masa pandemi ini justru pergerakan saham berfluktuasi sehingga rentan terhadap penurunan jumlah aset. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.