Sandi Uno Mengaku Pernah Diragukan Pengusaha Mengelola Bisnis

 

indopos.co.id – Pengusaha sekaligus politisi Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno ternyata pernah diremehkan dan kesulitan meyakinkan para pengusaha dan investor saat dirinya memulai karir. Penyebabnya saat itu usia Sandi masih sangat muda.

Hal itu diungkapkan Sandi Uno saat sharing secara virtual dengan dua anak milenial yang kini mengelola startup bernilai ratusan juta dollar. Dua pemuda tersebut adalah Aldi Adrian, pemuda 27 tahun yang kini menduduki Vice President of Investments dari MDI Ventures dan Kenneth Li, Managing Partner dari MDI Venture, usianya juga masih muda, 32 tahun.

MDI Ventures (Metra Digital Inovasi) sendiri merupakan perusahaan modal ventura korporasi multi-dana terbesar di Indonesia. Bulan Agustus kemarin, MDI Ventures baru saja mengumumkan telah mendapat suntikan dana sebesar US$500 juta atau Rp 7,3 triliun dari para investor yang akan diinvestasikan kepada startup.

“Ini mengingatkan saya sewaktu muda dahulu. Sewaktu memulai karir menjadi konsultan keuangan. Di mana pada awalnya seringkali diremehkan, tapi saat diberi kesempatan, kita buktikan dengan keberhasilan,” kata Sandiaga Uno

Bahkan, suatu ketika, Sandi mengaku diragukan kemampuannya oleh seorang pengusaha untuk menjalankan usaha.

Baca Juga :

Sandi Uno Harap UU Ciptaker Berdayakan UMKM

“Aku masih ingat sih waktu di awal-awal. Saya mau ketemu entrepreneur, entrepreneur begitu lihat nanya itu siapa yang bakal memimpin proses ini. Saya bilang saya pak, wah langsung dia mundur karena dia gak yakin. Karena saya terlalu muda,” ujarnya.

Namun demikian, Sandi mengaku bersyukur keraguan-keraguan orang tersebut terjawab dengan kemampuan dirinya. Terlebih dengan adanya bantuan dari para kolega bisnisnya kala itu.

“Jadi kadang-kadang waktu itu beruntung karena saya punya parthner yang lebih senior,” pungkasnya.

Sementara itu, Kenneth Li, Managing Partner dari MDI Venture membeberkan kunci mengatasi faktor usia ini pada calon mitranya adalah menjaga kepercayaan dan membuktikan dengan kerja.

“Kita tahu bahwa untuk mendapat kepercayaan dari (startup) founders yang merasa kita wah ini masih muda banget nih investor gitu kan. Tapi jelas dari diskusi itu ya mereka tahulah berapa banyak ilmu yang kita kumpulkan sepanjang jalan gitu (proses),” jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, di dalam dunia startup ada selalu dibicarakan bahwa dalam membangunnya tidak boleh takut gagal.

“Menurut saya kalau gagal itu kita lebih cepat lagi belajarnya. Saya gak bilang kita harus gagal terus. Tapi setidaknya dari kegagalan itu kita bisa belajar lebih baik lagi,” pungkas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Aldi Adrian mengatakan bahwa zaman saat ini berbeda dengan zaman saat masa mudanya Sandi Uno dulu. Kalau dulu orang-orang masih meragukan kemampuan anak muda.

“Kalau sekarang tuh kita malah muda itu merasa keberuntungan karena sekarang zamanya itu ada satau hal yang konstan dimana itu selalu berubah. Mengejutkan kita kalau ketemu founders mereka gak pernah nanya umur kita. Gak pernah nanya latar belakang kita. Lulusan Hardvar atau gimana, gak pernah ditanya,” katanya.

“Tapi mereka juga bisa melihat dari bagaiamana kita mempresentasikan diri kita sendiri. Kita cara ngomong gimana, habis ktemua kita bisa berika apan, apa yang kita janjikan, akhirnya mereka mulai.mendapatkan kepecayaan dan kehormatan,” tambah Aldi. (yay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.