Alexa Metrics

Cinta Kaum Dhuafa, Jana Sandra Ingin Menginspirasi Kaum Hawa

Cinta Kaum Dhuafa, Jana Sandra Ingin Menginspirasi Kaum Hawa wanita

indopos.co.id – Sosok perempuan satu ini terbilang ulet, terlebih dalam kecintaannya terhadap kaum dhuafa. Adalah Jana Sandra, Founder dari Rumah Donasi Jana, sebuah komunitas yang bertujuan membantu anak yatim dan masyarakat dhuafa membutuhkan, dan fokus dalam program pendidikan, sosial, kesehatan, bencana alam, budaya, agama serta lingkungan.

Kecintaannya kepada kaum dhuafa membawanya menjadi salah satu perempuan yang patut menjadi inspirasi bagi kaum hawa saat ini. Perempuan yang akrab disapa Jana memulai kegiatannya bersama dengan empat teman SMA-nya membentuk sebuah komunitas yang diberi nama ‘Tim Help Us To Help’.

Komunitas itu menggalang dana dengan berjualan pakaian layak pakai yang didonasikan untuk anak-anak yatim dan pengamen di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Hasil pertama kali komunitas itu disumbangkan kepada pengamen yang mempunyai anak asuh sebanyak enam orang.

Ketika itu, Jana dan kawan-kawan masih menggunakan uang pribadi untuk membantu. Namun kedepan makin merasa kesulitan karena permintaan dalam meminta bantuan, perlahan mulai berdatangan.

Memanfaatkan fasilitas dari BBM, Jana mencoba membagikan broadcast kepada teman-temannya. Sampai tahun 2011 dia melakukan jemput bola mengambil barang yang akan disumbangkan. Sejurus roda waktu berputar, salah satu teman di komunitasnya terkena kanker serviks, kegiatanya sempat vakum dan mulai tersendat, beberapa temannya juga mulai mempunyai kesibukan masing-masing.

Dia pun memutuskan untuk berjalan sendiri dengan mendirikan Rumah Donasi Jana di tahun 2012. Kegiatan yang rutin dilakukan adalah menyantuni masyarakat dhuafa, anak yatim, janda dan lansia dalam bentuk bakti sosial dan kegiatan lainnya.

Meski di tengah kesibukannya, Jana mulai memberanikan diri dengan membentuk Rumah Donasi Jana pada 2012. Sebagai bentuk kepeduliannya pada masyarakat dhuafa. Kegiatan yang rutin dilakukan adalah menyantuni masyarakat dhuafa, anak yatim, janda dan lansia dalam bentuk bakti sosial dan kegiatan lainnya.

Langkahnya tak berhenti sampai disitu, Jana juga bersinergi dengan komunitas lainnya untuk melakukan aksi sosial di setiap daerah yang dia kunjungi. Seperti Bantu Berjamaah, Kamera Lubang Jarum Indonesia, Goodlife Society, HMC Bogor, Garuda KPP RI Cabang Bogor, Pinhole Bekasi, Komunitas Fotografi Bekasi, Rumah Pohon Activity (RPA), Komunitas Sukses Mulia (KSM) Bogor, Yun Akupuntur, Swaha Spa dan lainnya.

“Awalnya tahun 2010, saya diajak oleh teman SMA dan empat rekan lainnya untuk mendirikan Komunitas ‘Tim Help Us To Help’. Komunitas itu bertujuan menggalang dana dengan berjualan baju-baju layak pakai nantinya didonasikan untuk anak-anak yatim serta anak-anak pengamen di Daerah Bekasi, Jawa Barat. Namun karena sibuk masing-masing ada kegiatan jadi berhenti. Tapi, karena dorongan teman-teman saya lainnya, kegiatan sosial tidak berhenti begitu saja, sampai akhirnya tahun 2012 saya mendirikan Rumah Donasi Jana,” ulas Jana Sandra.

Tidak hanya itu, Jana juga bersinergi dengan komunitas lainnya untuk melakukan aksi sosial di setiap daerah yang dia kunjungi. Seperti Bantu Berjamaah, Kamera Lubang Jarum Indonesia, Goodlife Society, HMC Bogor, Garuda KPP RI Cabang Bogor, Pinhole Bekasi, Komunitas Fotografi Bekasi, Rumah Pohon Activity (RPA), Komunitas Sukses Mulia (KSM) Bogor, Yun Akupuntur, Swaha Spa dan lainnya.

Jana Sandra sudah hampir 8 tahun meluangkan masa mudanya dengan kegiatan sosial dan membangun Rumah Donasi Jana sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berprofesi sebagai dosen disebuah universitas di Jakarta dan terkadang diminta untuk menjadi pembicara di beberapa acara seminar tentang kewirausahaan. Jana selalu menyempatkan diri mencari warga yang membutuhkan dengan cara bergerilya ke pelosok-pelosok desa disekitar Bogor dan Jawa Barat.

Awal tahun 2020 ini, Jana juga telah menggalang dana bagi para korban banjir dan baru-baru ini ikut berpartisipasi dalam pembangunan jembatan di Sukabumi, pembelian unit AC Mesjid di Kebumen serta pembayaran sekolah anak-anak yatim.

“Kegiatan Rumah Donasi Jana minimal dalam setahun sekali kami mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis, Paket Sembako dan Paket untuk Anak-anak yatim serta sinergi dengan teman-teman komunitas lainnya. Selain itu, Rumah Donasi Jana juga menggalang dana serta menyantuni untuk Anak-anak yatim, Kaum Dhuafa dan anak-anak penderita Kanker,” tutur Jana.

Ternyata, komitmen Jana untuk membantu kaum dhuafa yang membutuhkan saat ini banyak mempengaruhi hidup Jana Sandra sendiri. Kedepannya, Jana lewat Rumah Donasi Jana akan senantiasa membantu menggalang dana bagi anak-anak penderita kanker dan anak yatim serta kaum dhuafa yang membutuhkan bantuannya.

“Sejak awal saya berkomitmen untuk membantu kaum dhuafa yang membutuhkan, memang banyak tantangan saya hadapi tapi saya jalani saja dengan ikhlas, Tuhan pasti membantu saya karena saya bertujuan untuk menolong orang lain,” tambah Jana.

Sebuah cermin Kartini masa kini yang senang berbagi dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan caranya. Karena Kartini tidak hanya sosok perempuan kuat dan tegar dalam meningkatkan sosok perempuan, tapi Kartini juga sosok lembut dan suka berbagi.

Kedepannya, Jana Sandra tidak hanya ingin menjadi sosok hebat sebagai perempuan selayaknya Kartini. Namun juga tetap mengedepankan rasa kepedulian kepada mereka kalangan yang harus dibantu dan dirangkul. (mdo)



Apa Pendapatmu?