Ini Kerja Sama Indonesia dengan Norwegia di Bidang Perikanan

indopos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot potensi marikultur di Indonesia. Salah satunya berkolaborasi dengan pemerintahan Norwegia melalui proyek Sustainable Marine Aquaculture Development Project in Indonesia.
Baca Juga :
Dirjen Budidaya Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan keuntungan geografis dan potensi yang dimiliki  Indonesia menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pondasi ekonomi bangsa.
Baca Juga :
Hal ini tercermin dari nilai produk domestik bruto perikanan tahun 2019 yang mencapai hingga 2% dari total PDB nasional.
Baca Juga :

KKP Tangkap 8 Pelaku Destructive Fishing

“Sebagai salah satu produsen akuakultur terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, terutama di sektor marikultur,” kata Slamet di Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Menurutnya, dari 12,1 juta ha total potensi lahan marikutur, baru  325.825 ha lahan yang termanfaatkan, atau baru sekitar 2,6% dari total potensi lahan.
Guna menarik investor masuk ke sektor perikanan, kata Slamet, pihaknya melakukan percepatan penyederhanaan dan sinkronisasi perizinan lintas sektor yang dipantau langsung Presiden RI.
“Melalui program kerja sama dengan Pemerintah Norwegia diharapkan dapat mengembangkan sektor marikultur di Indonesia dan menarik investor, khususnya dari Norwegia untuk dapat bekerja sama mengoptimalkan potensi yang ada” jelas Slamet.
Ia menilai kerja sama dalam bidang marikultur dengan Norwegia merupakan langkah yang tepat karena telah berpengalaman selama puluhan tahun, dan berkembang menjadi salah satu produsen marikultur terbesar di dunia.
“Dalam bidang marikultur, Indonesia telah berhasil mengembangkan dengan baik komoditas seperti rumput laut, kakap putih, dan bawal bintang. Ke depan kita akan terus dorong pengembangan komoditas kerang yang memiliki tingkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi dalam proses budidaya, tidak mengonsumsi pakan buatan, serta memiliki kelebihan dapat menjernihkan air laut,”  pungkas Slamet.
Sementara itu Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale  mengatakan pihaknya siap menjadi partner Indonesia dalam mengembangkan industri marikultur tanah air.
“Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi cara kerja kita menjadi lebih efektif. Kami senang dapat bekerjasama dan membagi pengetahuan marikultur kepada Indonesia. Semoga kerja sama yang baik ini terus berkesinambungan untuk kemajuan industri akuakultur Indonesia,” pungkas Vegard. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.